Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Elestianto Dardak, kepincut dengan baju bodo, busana tradisional khas Sulawesi Selatan. Ini seiring kehadirannya dalam Pameran Kriya dan Wastra dalam rangka Syukuran Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, pekan lalu.
Tak hanya mengunjungi stan peserta, istri Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga membeli baju bodo dari stan Kabupaten Wajo sebagai bentuk apresiasi terhadap karya para perajin lokal. “Selain yang saya kenakan ini, saya juga sempat membeli baju bodo dari stan Wajo,” katanya.
Di sisi lain, Arumi menilai penyelenggaraan Pameran Kriya dan Wastra menjadi ruang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, sekaligus memperluas promosi produk unggulan dari berbagai daerah.
“Momentum ini kita manfaatkan untuk saling mengenal budaya yang ada di Makassar dan seluruh peserta di sini juga bisa mengenal produk Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, Dekranasda Jawa Timur menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari batik ready to wear, aksesori, hingga berbagai produk berbahan kayu yang mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Menurut Arumi, sejak hari pertama pameran, sejumlah produk Jawa Timur langsung diminati pembeli, terutama tas dan busana batik siap pakai. “Saya di hari pertama saja kunjungan ke stan agak sore, tas itu paling banyak laku, kemudian baju batik ready to wear (siap pakai),” ucapnya.
Antusiasme pengunjung, lanjut Arumi, membuat hampir seluruh produk yang dibawa habis terjual. “Senang sih, karena balik koper ya kosong semua,” tambahnya.
Ia menilai Pameran Dekranas merupakan wadah penting bagi para perajin untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pameran Kriya dan Wastra dalam rangka Syukuran HUT ke-46 Dekranas mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan berlangsung selama lima hari, 8–12 Juli 2026, di Trans Studio Mall Makassar. Sebanyak 203 stan dari seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia menampilkan beragam produk kriya dan wastra unggulan Nusantara.
Selain menjadi ajang promosi kerajinan nasional, penyelenggaraan pameran juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi Sulawesi Selatan melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, aktivitas UMKM, sektor kuliner, transportasi, hingga perhotelan. (*/ibn)












