Intisari Berita:
Kolaborasi strategis antara Pemprov Jatim dan Kementerian Perhubungan berfokus pada tiga proyek raksasa: optimalisasi Pelabuhan Ketapang, akselerasi megaproyek SRRL, dan ekspansi rute internasional Bandara Dhoho.
Proyek moda massal berbasis rel Surabaya Regional Railway Line (SRRL) ditargetkan rampung dan beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengurai kemacetan aglomerasi.
Kementerian Transportasi Arab Saudi siap mengirim tim khusus guna meninjau kelaikan Bandara Dhoho Kediri sebagai gerbang penerbangan langsung umrah dan haji.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat mengonsolidasikan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di sektor perhubungan guna mendongkrak konektivitas regional dan daya saing logistik.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan kerja menteri baru, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tatap muka tingkat tinggi ini menelurkan kesepakatan taktis terkait percepatan pembangunan infrastruktur transportasi terintegrasi di Jawa Timur.
Tiga lokomotif pembahasan utama bertumpu pada mitigasi kepadatan logistik penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, pembukaan rute internasional Bandara Dhoho Kediri, hingga akselerasi operasional moda transportasi massal Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Gubernur Khofifah menegaskan, sinergi lintas vertikal ini menjadi pijakan krusial untuk memastikan pergerakan manusia dan arus barang di wilayah Indonesia Timur tetap berjalan efisien.
“Banyak hal strategis dan produktif yang kami bahas dan InsyaAllah program-program strategis tersebut akan mendukung pembangunan transportasi di Jawa Timur,” ujar Khofifah usai pertemuan.
Urai Ketapang dan Target Operasional Kereta Komuter SRRL
Salah satu atensi mendesak yang dibedah adalah perumusan solusi jangka pendek dan panjang untuk mengatasi problem tahunan berupa antrean mengular di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk saat momen peak season seperti Lebaran serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menhub Dudy Purwagandhi memaparkan pihaknya telah menyiapkan skenario teknis di lapangan. Kebijakan tersebut mencakup optimalisasi infrastruktur dermaga, substitusi kapal penyeberangan berukuran besar, hingga optimalisasi pelabuhan penyangga seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo dan Pelabuhan Tanjung Wangi.
Di sektor transportasi urban, Menhub Dudy membawa kabar baik mengenai kelanjutan proyek kereta komuter aglomerasi Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Sejak Januari lalu, proyek ini telah memasuki fase krusial penyusunan Detailed Engineering Design (DED).
Proyek transportasi massal modern berbasis rel ini diproyeksikan rampung dan dapat dinikmati publik secara penuh pada tahun 2026 ini untuk mereduksi kemacetan di kawasan Surabaya Raya.
Arab Saudi Lirik Bandara Dhoho Kediri untuk Penerbangan Langsung
Lompatan besar juga terjadi pada sektor kedirgantaraan Jawa Timur. Selain membahas kelanjutan cetak biru revitalisasi Bandara Internasional Juanda untuk menopang koridor penerbangan ke Jeddah dan Madinah, fokus tajam diarahkan pada optimalisasi Bandara Dhoho Kediri sebagai penggerak ekonomi baru di wilayah Mataraman (Jatim bagian selatan).
Kemenhub mengonfirmasi bahwa jalinan komunikasi bilateral dengan Kementerian Transportasi Arab Saudi telah membuahkan lampu hijau.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi dalam waktu dekat dijadwalkan akan mengirimkan tim delegasi khusus ke Kediri untuk menjajaki kelayakan pemanfaatan Bandara Dhoho sebagai titik embarkasi langsung ibadah umrah dan haji.
Khofifah Optimis Penguatan Konektivitas Multifaset
Langkah ini diyakini Khofifah akan memotong jalur birokrasi dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan bagi jutaan calon jemaah asal selatan Jawa Timur.
Khofifah optimistis penguatan konektivitas multifaset ini akan mengukuhkan posisi superior Jawa Timur sebagai hub utama perdagangan, investasi, dan logistik di level nasional.












