Intisari Berita:
Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansa memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan BNNP Jatim menggagalkan pasokan 5,4 kg sabu jaringan Malaysia.
Parlemen menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan serta regulasi daerah guna memutus ruang gerak sindikat narkotika.
Pendekatan kolaboratif antara aparat penegak hukum dan partisipasi aktif laporan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memotong akar peredaran.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Keberhasilan masif Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur dalam menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram (5,4 kilogram) memanen apresiasi positif dari kalangan legislatif.
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Dedi Irwansa, secara terbuka memuji performa taktis aparat penegak hukum yang dinilai serius dalam memotong mata rantai sindikat internasional asal Malaysia tersebut.
Dedi menegaskan bahwa keberhasilan operasi senyap di lapangan ini tidak boleh hanya dilihat dari aspek kuantitas tonase penyitaan barang bukti semata.
Lebih dari itu, nilai substansial dari penggagalan ini adalah dampaknya yang langsung menyelamatkan masa depan puluhan ribu jiwa generasi muda di Jawa Timur dari ancaman kerusakan mental dan fisik akibat zat adiktif.
“Kami mengapresiasi kerja keras BNNP Jawa Timur beserta seluruh aparat yang berhasil menggagalkan peredaran 5,4 kilogram sabu. Ini bukan hanya soal menyita barang bukti, tetapi juga menyelamatkan puluhan ribu masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya narkoba,” ujar Dedi Irwansa saat memberikan keterangan resmi di Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Komitmen Penguatan Regulasi Antinarkoba dari Parlemen
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim gabungan BNNP Jatim berhasil memutus jalur distribusi sabu lintas negara yang dikirim dari Malaysia melalui rute domestik Batam.
Operasi penangkapan tersebut berhasil membekuk dua orang tersangka kurir di dua titik berbeda di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura.
Rapor pengungkapan kasus kakap ini dipaparkan langsung oleh Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol. Budi Santosa bersama Kabid Pemberantasan dan Intelijen Kombes Pol. Muhammad Suhanda dalam sebuah konferensi pers resmi yang turut disaksikan oleh jajaran Pemprov Jatim dan perwakilan DPRD Jatim.
Merespons fenomena penyelundupan yang kian rapi tersebut, Dedi menyatakan bahwa Komisi A DPRD Jatim siap pasang badan memberikan sokongan penuh.
Otoritas legislatif berkomitmen memaksimalkan fungsi pengawasan anggaran, penguatan regulasi peraturan daerah (Perda), serta mempercepat kolaborasi strategis lintas sektoral.
Mempersempit Ruang Gerak Sindikat Lewat Aksi Semesta
Politisi dari Partai Demokrat ini mengingatkan bahwa beban pembersihan wilayah dari jerat narkoba tidak boleh sepenuhnya didelegasikan kepada pundak aparat kepolisian atau BNN saja.
Skema pertahanan terbaik harus melibatkan gerakan semesta yang melibatkan institusi pendidikan, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, hingga unit terkecil yaitu ketahanan keluarga.
Di akhir penjelasannya, Dedi mengetuk kesadaran kolektif warga Jawa Timur untuk tidak bersikap apatis. Partisipasi aktif dalam bentuk pelaporan cepat jika menemui indikasi mencurigakan di lingkungan sekitar menjadi elemen krusial yang dinilai ampuh melumpuhkan sel-sel peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika, segera laporkan kepada aparat. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat melindungi Jawa Timur dari ancaman peredaran gelap narkoba,” pungkas legislator asal Demokrat tersebut.












