New Delhi, Jatimmandiri.id – India semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat manufaktur smartphone dunia. Masuknya investasi besar dari Apple dan Vivo menjadi pendorong utama pergeseran rantai pasok global yang selama ini didominasi China.
Apple terus meningkatkan produksi iPhone di India melalui mitra manufakturnya seperti Foxconn dan Tata Electronics. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas produksi di China yang beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan geopolitik dan gangguan rantai pasok.
Di saat bersamaan, Vivo juga memperluas aktivitas manufakturnya di India melalui skema kerja sama baru yang mendapat dukungan pemerintah setempat. Strategi tersebut memperkuat posisi India sebagai salah satu pusat produksi perangkat elektronik terbesar di dunia.
Keberhasilan India menarik investasi tidak lepas dari kebijakan Production Linked Incentive (PLI) yang memberikan berbagai insentif bagi perusahaan teknologi global. Program tersebut mendorong produsen smartphone membangun fasilitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri komponen di dalam negeri.
Sejumlah analis menilai tren diversifikasi manufaktur akan terus berlanjut. Perusahaan teknologi kini menerapkan strategi China Plus One, yakni membangun basis produksi di negara lain sebagai langkah antisipasi terhadap risiko geopolitik maupun gangguan logistik.
Selain Apple dan Vivo, sejumlah produsen lain seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, hingga Google juga memperluas aktivitas manufakturnya di India. Kondisi ini membuat negara tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu pemain utama dalam industri smartphone global dalam beberapa tahun mendatang.
Meski demikian, China masih menjadi pusat manufaktur elektronik terbesar di dunia. Namun, meningkatnya kapasitas produksi India menunjukkan peta industri teknologi global mulai mengalami perubahan yang signifikan.












