Jatimmandiri.id – Menjaga kebersihan lantai merupakan salah satu langkah penting untuk menciptakan rumah yang sehat dan nyaman.
Lantai yang bersih tidak hanya membuat hunian terlihat rapi, tetapi juga membantu mengurangi debu, bakteri, jamur, hingga kuman penyebab penyakit.
Kini, semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan pembersih lantai berbahan alami sebagai alternatif pengganti produk berbahan kimia.
Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahan alami juga mudah diperoleh, ekonomis, dan relatif aman digunakan apabila dipakai sesuai petunjuk.
Lantas, bagaimana cara membuat pembersih lantai dari bahan alami? Berikut panduan lengkap beserta manfaat dan tips penggunaannya.
Mengapa Memilih Pembersih Lantai dari Bahan Alami?
Pembersih lantai berbahan alami memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan produk berbahan kimia, di antaranya:
- Mengurangi paparan bahan kimia di dalam rumah.
- Lebih ramah terhadap lingkungan.
- Aman digunakan pada sebagian besar jenis lantai apabila digunakan sesuai petunjuk.
- Memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di dapur.
- Lebih hemat karena biaya pembuatannya relatif murah.
Meski demikian, bahan alami umumnya tidak dirancang sebagai disinfektan untuk membunuh seluruh mikroorganisme berbahaya. Untuk kebutuhan sanitasi tertentu, gunakan produk disinfektan yang telah terdaftar dan ikuti petunjuk penggunaannya.
Bahan Alami yang Bisa Digunakan
Berikut beberapa bahan yang umum dimanfaatkan sebagai pembersih lantai alami.
1. Cuka Putih
Cuka putih dikenal mampu membantu mengangkat noda ringan, mengurangi bau tidak sedap, dan membuat lantai tampak lebih bersih.
Perhatian: Hindari penggunaan cuka pada lantai berbahan marmer, granit alami tertentu, batu kapur, travertine, atau batu alam lainnya karena sifat asamnya dapat merusak permukaan.
2. Baking Soda
Baking soda efektif membantu membersihkan noda membandel sekaligus menyerap bau tidak sedap.
Bahan ini juga dapat digunakan untuk membersihkan nat keramik.
3. Air Perasan Lemon
Lemon mengandung asam sitrat yang dapat membantu mengangkat noda ringan sekaligus memberikan aroma segar pada ruangan.
4. Garam
Garam dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk membantu menggosok noda pada area tertentu.
5. Minyak Esensial
Beberapa minyak esensial seperti serai wangi, peppermint, lavender, eucalyptus, atau tea tree dapat memberikan aroma alami yang menyegarkan.
Beberapa minyak esensial juga memiliki aktivitas antimikroba dalam kondisi tertentu, tetapi tidak dapat menggantikan fungsi disinfektan.
Cara Membuat Pembersih Lantai Alami
Resep 1: Pembersih Lantai Serbaguna
Bahan:
- 1 liter air hangat.
- 100 ml cuka putih.
- 1 sendok makan air perasan lemon.
- 5–10 tetes minyak esensial (opsional).
Cara membuat:
- Campurkan seluruh bahan ke dalam ember.
- Aduk hingga merata.
- Gunakan untuk mengepel lantai seperti biasa.
- Tidak perlu dibilas apabila digunakan pada keramik atau porselen.
Cocok untuk:
- Keramik.
- Porselen.
- Vinyl (ikuti petunjuk perawatan dari produsen).
Resep 2: Menghilangkan Noda Membandel
Bahan:
- 2 sendok makan baking soda.
- Sedikit air hangat.
Cara membuat:
- Campurkan baking soda dan air hingga membentuk pasta.
- Oleskan pada noda.
- Diamkan selama 10–15 menit.
- Gosok menggunakan spons lembut.
- Bersihkan menggunakan kain basah.
Resep 3: Membersihkan Nat Keramik
Bahan:
- Baking soda.
- Air hangat.
Cara penggunaan:
- Buat pasta dari baking soda dan air.
- Oleskan pada nat.
- Gosok menggunakan sikat kecil.
- Bilas dengan air bersih.
Cara Mengepel yang Benar
Agar hasil pembersihan lebih maksimal, lakukan langkah berikut:
1. Sapu atau Vakum Terlebih Dahulu
Membersihkan debu sebelum mengepel membantu mencegah lantai menjadi kusam akibat kotoran yang tersebar saat dipel.
2. Gunakan Air Bersih
Ganti air pel apabila sudah terlihat keruh agar kotoran tidak kembali menempel di lantai.
3. Peras Kain Pel
Kain pel yang terlalu basah dapat meninggalkan bercak air dan membuat lantai lebih lama kering.
4. Buka Ventilasi
Sirkulasi udara yang baik membantu lantai lebih cepat kering sekaligus mengurangi kelembapan di dalam rumah.
Jenis Lantai yang Perlu Perhatian Khusus
Tidak semua jenis lantai cocok dibersihkan menggunakan bahan yang sama.
- Keramik dan porselen: Umumnya aman menggunakan campuran air dan cuka dalam jumlah terbatas.
- Kayu: Gunakan kain pel yang lembap, bukan basah, dan hindari penggunaan cuka berlebihan.
- Marmer dan batu alam: Hindari bahan yang bersifat asam seperti cuka dan lemon karena dapat merusak permukaan.
- Vinyl: Gunakan larutan pembersih yang lembut dan jangan menggunakan bahan abrasif.
Selalu ikuti rekomendasi perawatan dari produsen lantai untuk menjaga keawetannya.
Tips Agar Lantai Tetap Bersih Lebih Lama
- Bersihkan lantai setiap hari.
- Segera lap tumpahan makanan atau minuman.
- Letakkan keset di depan pintu.
- Lepaskan alas kaki sebelum masuk rumah.
- Bersihkan sudut ruangan secara rutin.
- Cuci kain pel secara berkala agar tidak menjadi sumber bau.
Kelebihan Pembersih Lantai Alami
Menggunakan pembersih alami memberikan sejumlah manfaat, antara lain:
- Lebih hemat biaya.
- Mengurangi limbah bahan kimia.
- Aroma ruangan lebih alami.
- Mudah dibuat sendiri di rumah.
- Mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Apakah cuka aman digunakan untuk semua jenis lantai?
Tidak. Cuka sebaiknya hanya digunakan pada lantai keramik atau porselen. Hindari penggunaannya pada marmer, batu alam, atau permukaan yang sensitif terhadap asam.
Apakah baking soda dapat merusak lantai?
Jika digunakan dengan benar dan tidak digosok terlalu keras, baking soda umumnya aman untuk membersihkan noda pada berbagai permukaan. Namun, hindari penggunaan berlebihan pada permukaan yang mudah tergores.
Apakah minyak esensial wajib digunakan?
Tidak. Minyak esensial hanya berfungsi memberikan aroma segar dan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.
Seberapa sering lantai perlu dipel?
Idealnya 2–3 kali dalam seminggu atau lebih sering pada area yang banyak dilalui penghuni rumah.
Apakah pembersih alami bisa membunuh semua kuman?
Pembersih alami membantu membersihkan kotoran dan mengurangi bau, tetapi tidak selalu berfungsi sebagai disinfektan. Untuk kondisi yang memerlukan sanitasi khusus, gunakan disinfektan yang sesuai dengan petunjuk penggunaan.












