Intisari Berita:
-
Pemprov Jawa Timur berkomitmen mengurai kemacetan kronis di poros Surabaya-Sidoarjo secara sistematis lewat percepatan proyek infrastruktur jalan layang.
-
Pasca-rampungnya Flyover Aloha, fokus utama kini diarahkan pada pembangunan Flyover Bundaran Taman Pelangi.
-
Penanganan bertahap perlintasan sebidang Margorejo yang kerap memicu antrean kendaraan mengular.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Upaya mengurai kemacetan kronis yang menghubungkan wilayah aglomerasi Surabaya dan Sidoarjo terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pembenahan arus lalu lintas di kawasan padat kendaraan ini harus dilakukan secara sistematis melalui penataan infrastruktur strategis, salah satunya dengan membangun proyek jalan layang (flyover) di setiap titik krusial.
Pasca-rampungnya pembangunan Flyover (FO) Aloha di Sidoarjo yang kini telah beroperasi penuh, Pemprov Jatim mengalihkan fokus utamanya pada megaproyek Flyover Bundaran Taman Pelangi di Surabaya, serta penanganan titik-titik kemacetan parah lainnya, termasuk perlintasan sebidang di kawasan Margorejo.
Konektivitas Infrastruktur: Mengurai Macet dari Hulu ke Hilir
Emil Dardak menjelaskan bahwa pembangunan jembatan layang tidak bisa dilihat sebagai proyek parsial yang berdiri sendiri. Sebagai contoh, efektivitas Flyover Taman Pelangi baru akan berdampak optimal jika simpul kemacetan di aliran hilirnya turut diurai secara bersamaan melalui konektivitas antar-wilayah.
”Artinya, setelah flyover Aloha selesai, nantinya flyover Taman Pelangi juga akan membantu mengurangi kemacetan. Namun, di saat yang sama, kita juga harus mempersiapkan flyover–flyover berikutnya,” ujar Emil Dardak pada Rabu (8/7/2026).
Mengingat urgensinya yang sangat tinggi bagi mobilitas masyarakat, proyek FO Taman Pelangi mendapatkan perhatian langsung dari Menteri Pekerjaan Umum (PU). Perkembangan dari pengerjaan fisik maupun administratif proyek ini bahkan dilaporkan secara berkala kepada Presiden melalui Sekretariat Presiden.
Review Desain Taman Pelangi dan Rencana Flyover Gedangan
Selain fokus di Kota Surabaya, Pemprov Jatim sebenarnya telah memasukkan rencana tambahan pembangunan jalan layang di wilayah Gedangan, Sidoarjo, ke dalam peta induk (roadmap) infrastruktur daerah. Kendati demikian, Emil menyebut prioritas kerja saat ini adalah mengawal eksekusi FO Taman Pelangi agar menunjukkan progres konkret dalam waktu dekat.
”Terkait rencana flyover di Gedangan, saat ini kami masih fokus melakukan review desain untuk proyek Taman Pelangi. Harapannya dapat segera bergerak, dan dalam tahun ini (FO Taman Pelangi) harus sudah ada perkembangan yang nyata,” jelas mantan Bupati Trenggalek tersebut.
Peta Prioritas Proyek Jalan Layang Jatim 2026
Berikut adalah tahapan dan status pengerjaan proyek jalan layang pengurai kemacetan di jalur utama Surabaya-Sidoarjo:
| Nama Proyek Jalan Layang | Lokasi Wilayah | Status Perkembangan Terkini (Per Juli 2026) |
| Flyover Aloha | Sidoarjo | Selesai Penuh; Berdampak signifikan mengurai arus dari/ke Bandara Juanda. |
| Flyover Bundaran Taman Pelangi | Jembatan Wonokromo – Ahmad Yani, Surabaya | Fokus Utama / Tahap Review Desain; Ditargetkan menunjukkan perkembangan nyata tahun ini. |
| Flyover Gedangan | Gedangan, Sidoarjo | Tahap Perencanaan; Eksekusi dilakukan bertahap setelah proyek prioritas berjalan. |
| Penataan Jalur Margorejo | Perlintasan Sebidang Margorejo, Surabaya | Tahap Identifikasi & Manajemen Arus; Disiapkan untuk penanganan intervensi fisik selanjutnya. |
Intervensi Perlintasan Sebidang Margorejo: “Perempatan Perenggut Masa Muda”
Selain titik bundaran besar, Pemprov Jatim mengidentifikasi bahwa salah satu kontributor utama kemacetan di jalur protokol Ahmad Yani Surabaya adalah keberadaan perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Ketika kereta melintas, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengular hingga menutup akses persimpangan jalan.
Salah satu titik perlintasan sebidang yang mendapat sorotan tajam dari Wagub Emil adalah kawasan Margorejo. Jalur padat ini bahkan sangat sering dikeluhkan oleh pengguna jalan karena tingkat stres berkendara yang tinggi akibat durasi macet yang panjang.
”Masih ada satu titik lagi di kawasan Margorejo. Bahkan sering disebut sebagai perempatan merenggut masa muda karena tingkat kemacetannya. Dan semuanya akan dilakukan secara bertahap. Kita selesaikan satu per satu sambil menerapkan manajemen lalu lintas yang diperlukan,” tandas Emil.
Melalui pendekatan infrastruktur yang terukur dan penerapan manajemen lalu lintas yang adaptif, Pemprov Jatim optimistis durasi perjalanan masyarakat dari Sidoarjo menuju Surabaya atau sebaliknya dapat dipangkas secara signifikan demi mendongkrak produktivitas ekonomi daerah.












