Metropolitan

Dukung SDGs 11 dan 12, Tim PKM FMIPA Unesa Latih PKK Star Safira Regency Olah Sampah Jadi MOL Dan Pemanfaatannya.

×

Dukung SDGs 11 dan 12, Tim PKM FMIPA Unesa Latih PKK Star Safira Regency Olah Sampah Jadi MOL Dan Pemanfaatannya.

Sebarkan artikel ini
Tim PKM Prodi Biologi, FMIPA Unesa bersama PKK RW X Star Safira Regency, Sidoarjo.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id, – Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan serta SDGs poin 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dengan memberikan pelatihan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dan pemanfaatannya kepada ibu-ibu PKK RW X Perumahan Star Safira Regency, Sidoarjo. Acara yang digelar pada Sabtu (4/7/2026) berlangsung sejak pagi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berlangsung di Balai RW X, kegiatan tersebut menghadirkan tim dosen dari Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai mentor. Mereka terdiri atas Prof. Dr. Fida Rahmadiati, M.Kes., Prof. Dr. Tarzan Purnomo, M.Si., Dra. Herlina Fitri Hidajati, M.Si., Dr. Sunu Kuntjoro, M.Si., serta Dr. Winarsih, M.Kes.

Pelatihan tidak hanya mengenalkan cara membuat MOL dari limbah organik rumah tangga, tetapi juga mengajarkan bagaimana hasil fermentasi tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos maupun pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan.

Ketua Panitia Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unesa, Dra. Herlina Fitri Hidajati, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi sederhana terhadap persoalan sampah organik yang setiap hari dihasilkan masyarakat.Yang dimanfaatkan sebagai bioaktivator kompos.

Praktek langsung pemanfaatan MOL menjadi bioaktivator kompos.

Menurutnya, sisa makanan yang selama ini dianggap limbah masih memiliki potensi besar apabila dikelola dengan tepat melalui teknologi sederhana berbasis mikroorganisme lokal.

“Melalui pelatihan ini masyarakat dapat lebih memanfaatkan sampah sisa makanan untuk diolah lagi menjadi MOL. Nantinya, MOL tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman sehingga sampah rumah tangga memiliki nilai manfaat yang lebih besar,” jelas Dr.Sunu Kuncoro

Baca Juga  Kelurahan Sawahan Beri Penjelasan Terkait Penerapan Bebas Pungli di RW 1-13

Sementara itu, Prof. Dr. Tarzan Purnomo, M.Si. menilai pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun budaya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar, sedangkan kapasitas pengelolaan yang dimiliki pemerintah daerah masih terbatas. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi timbulan sampah.

Melalui pelatihan tersebut, para kader PKK diharapkan mampu memproduksi MOL secara mandiri sekaligus menjadi agen edukasi bagi warga lainnya.

Selain digunakan sebagai bioaktivator kompos, MOL juga memiliki beragam fungsi lain, mulai dari bahan pembersih alami hingga pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan.

“Pelatihan pembuatan MOL sangat penting karena mampu mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Harapannya, kader PKK memiliki kompetensi memproduksi MOL, menjadi tutor bagi warga lainnya, mengurangi volume sampah yang harus ditangani Dinas Kebersihan, sekaligus menciptakan lingkungan perumahan yang bersih, sehat, nyaman, dan bebas sampah,” jelas Prof.Tarzan sapaan akrabnya.

Antusiasme warga terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Ketua RW X Perumahan Star Safira Regency, Anieq Wardah, menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat budaya hidup bersih yang selama ini telah dibangun oleh masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa lingkungan RW X baru saja menorehkan prestasi dalam ajang kebersihan tingkat daerah, sehingga pelatihan ini dinilai menjadi bekal penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

“Pelatihan ini menjadi insight yang sangat tepat. Terlebih RT 04 RW X baru meraih Juara I Lomba RT Sehat dan RT 06 menjadi Juara Harapan III tingkat Kabupaten Sidoarjo. Kami sangat senang dengan kegiatan ini karena ibu-ibu terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan,” kata Anieq Wardah.

Baca Juga  Sambut Iduladha, Kilau Nipis dari Mayora Hadirkan Solusi Higienis Alami Bukan Kimiawi

Dukungan juga datang dari Rokhayani, S.Sos., Kepala Desa Suko yang baru terpilih. Ia menyempatkan hadir untuk menyaksikan langsung pelaksanaan pelatihan dan mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah dari lingkungan terkecil.

Menurutnya, inisiatif seperti ini layak diperluas karena mampu mendorong lahirnya gerakan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Bahkan, hasil pelatihan tersebut menjadi inspirasi bagi pemerintah desa untuk memperkuat regulasi mengenai pengelolaan sampah melalui pembentukan bank sampah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pengolahan sampah di tingkat organisasi masyarakat terkecil merupakan langkah positif yang patut ditularkan. Ke depan saya akan memperjuangkan adanya Peraturan Desa tentang bank sampah. Kegiatan ini memberikan motivasi bagi saya maupun masyarakat Desa Suko untuk semakin peduli terhadap pengelolaan sampah,” jelas perempuan yang akrab disapa Bu Acis.

Rokhayani, Kepala Desa Suko, sangat apriciate dengan kegaiatan PKM tersebut.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, pelatihan pembuatan MOL di Perumahan Star Safira Regency diharapkan menjadi awal lahirnya lingkungan permukiman yang lebih mandiri dalam mengelola sampah organik. Tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, kegiatan ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna, sekaligus memperkuat implementasi SDGs 11 dan 12 di tingkat komunitas.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *