Surabaya, Jatimmandiri.id – Babak baru bagi ekosistem media siber di Jawa Timur resmi dimulai.
Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur periode 2025–2030 resmi dilantik dalam prosesi khidmat di Ballroom Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Rabu, 10 Juni 2026.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum JMSI Pusat Dr Teguh Santosa ini menjadi momentum strategis bagi penguatan media siber di provinsi dengan tingkat penetrasi internet tertinggi kedua di Indonesia.
Syaiful Anam kembali didapuk memimpin organisasi ini untuk lima tahun ke depan dengan fokus utama pada konsolidasi organisasi, penguatan profesionalisme perusahaan media, serta lahirnya karya jurnalistik yang kredibel.
Dalam pidatonya, Teguh menyoroti fenomena kekacauan informasi yang kini mengepung ruang digital nasional.
Menurutnya, posisi media siber kini berada di titik krusial sebagai garda terdepan penangkal konten destruktif.
“JMSI hadir untuk membantu perusahaan media siber agar mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
“Perusahaan media harus menjadi tempat yang layak bagi wartawan dan seluruh pekerja media untuk mencari penghidupan. Namun tugas yang lebih berat adalah memastikan informasi yang disajikan kepada masyarakat merupakan karya pers yang berkualitas tinggi,” sambung Teguh.
Ia menambahkan, di tengah bercampurnya berita akurat dengan hoaks dan disinformasi, media siber memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi jangkar informasi yang terpercaya bagi publik.

Sementara itu, hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyambut positif kehadiran kepengurusan baru JMSI Jatim.
Mengingat penetrasi internet di Jatim telah mencapai 83,41%, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 81%, kebutuhan akan konten yang sehat menjadi mutlak.
Pemprov Jatim bahkan menawarkan kolaborasi strategis melalui platform Klinik Hoaks milik Diskominfo.
“Kami membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Klinik Hoaks yang kami kelola bisa dimanfaatkan JMSI untuk memperkuat upaya verifikasi informasi di tengah masyarakat,” ujar Sherlita.
Selain hoaks, Sherlita juga memberikan catatan kritis mengenai penetrasi Artificial Intelligence (AI) di ruang redaksi.
Ia mengingatkan bahwa teknologi adalah alat, namun integritas tetap berada di tangan manusia.
“AI adalah tantangan sekaligus peluang. Karena itu kualitas sumber daya manusia dan integritas jurnalistik harus terus diperkuat agar teknologi menjadi alat bantu, bukan pengganti nilai-nilai jurnalisme,” ungkapnya.
Menanggapi tantangan tersebut, kepengurusan JMSI Jatim di bawah komando Syaiful Anam telah menetapkan bidang Jurnalisme Berkualitas dan Platform Digital sebagai prioritas utama.
“Langkah ini diharapkan mampu menjaga marwah profesi wartawan di tengah gempuran teknologi, sekaligus memastikan perusahaan media siber di Jawa Timur tetap kompetitif dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tandas Anam.
Susunan Pengurus Daerah JMSI Jawa Timur 2025–2030
Dewan Pembina
Ketua: Lutfil Hakim
Anggota: Yoyok Khayatullah, Supardi
Dewan Pakar
Ketua: Machmud Suhermono
Anggota: Mokhamad Kaiyis, Hery Sunaryo
Pengurus Harian
Ketua: Syaiful Anam
Sekretaris: R Purna Budi Nugraha
Wakil Sekretaris: Muhammad Ferry Fadli
Bendahara: Erfandi Putra
Wakil Bendahara: Achmad Tauriq Imani












