Makassar, Jatim Mandiri – Sebanyak 1.500 santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) mengikuti Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi TPQ (FKTPQ) Kota Makassar. Kegiatan berlangsung di Masjid Raya Makassar pada Sabtu, 25/10. Munaqasyah mengukur kemampuan membaca dan menulis Al-Quran sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan akhlak sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi tahapan menuju wisuda akbar FKTPQ Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengatakan pendidikan Al-Quran tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menilai kemampuan santri dalam membaca, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan keimanan.
“Dari kegiatan ini kita mengharapkan lahirnya generasi-generasi Qur’ani, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi punya akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” kata Munafri.
Munafri menegaskan TPQ berperan penting dalam menanamkan nilai moral dan membangun karakter anak sejak dini. Pendidikan keagamaan di TPQ menjadi bagian dari upaya membentuk akhlak santri. Karena itu, penguatan pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan bacaan Al-Quran, tetapi juga dengan nilai moral yang ditanamkan kepada anak.
Pemerintah, pengelola TPQ, guru mengaji, dan orang tua diminta memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Kerja sama dari berbagai pihak itu diharapkan mendukung proses belajar dan penanaman nilai pada anak. Munafri menyampaikan bahwa pendidikan Al-Quran perlu mendapat dukungan bersama agar pembentukan karakter dan akhlak sejak dini dapat diperkuat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar Muhammad Syarief menjelaskan munaqasyah menjadi sarana evaluasi kemampuan santri. Penilaian meliputi bacaan Al-Quran, ketepatan tajwid, dan hafalan surat-surat pendek. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian yang diperiksa untuk melihat pencapaian pembelajaran peserta dalam pendidikan di TPQ.
Peserta tidak otomatis dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian. Hasil munaqasyah digunakan sebagai tolok ukur pencapaian pembelajaran santri. Santri yang belum memenuhi standar dapat mengikuti ujian kembali pada tahun berikutnya. Kesempatan itu diberikan agar peserta yang belum mencapai standar dapat menjalani ujian lagi, sementara hasil penilaian tetap menjadi dasar evaluasi kemampuan mereka.
Munaqasyah ke-VI ini menjadi tahapan menuju wisuda akbar FKTPQ Kota Makassar. Wisuda tersebut direncanakan berlangsung pada akhir November 2026 dengan target sekitar 5.000 santri. Rencana wisuda akbar itu menjadi agenda lanjutan setelah munaqasyah, yang diikuti 1.500 santri dan menguji kemampuan membaca serta menulis Al-Quran.
Wisuda akbar direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-419 Kota Makassar. Melalui munaqasyah, Pemerintah Kota Makassar berharap literasi Al-Quran semakin luas. Pendidikan keagamaan juga diharapkan mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Evaluasi bacaan, tajwid, serta hafalan menjadi bagian dari pembelajaran yang mendukung tujuan tersebut.












