BeritaDalam Negeri

Prabowo: Malu Jika Rakyat Miskin

Penulis: RafliEditor: ibn
×

Prabowo: Malu Jika Rakyat Miskin

Sebarkan artikel ini
Setelah Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar, gelombang unjuk rasa mendesak evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran terus bergulir. Kemarin (22/10), massa melakukan demonstrasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Foto: RAFLI
Example 468x60

Desakan Evaluasi Pemerintah Terus Bergulir

Jakarta, Jatim Mandiri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesejahteraan rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin, bahkan mengaku malu jika masyarakat terus hidup dalam kemiskinan. Pernyataan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10) itu bersamaan dengan terus bergulirnya aksi unjuk rasa menuntut evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran yang genap dua tahun.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Saya tidak mau jadi presiden rakyat saya miskin terus. Saya tidak mau jadi presiden. Malu saya. Lebih baik saya nggak jadi presiden,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Dia menekankan jabatan presiden bukan sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus tercermin dalam kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat, bukan hanya pencapaian program pemerintah. Dia juga mengingatkan para gubernur dan bupati agar menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan.

Pemimpin daerah, menurut Prabowo, seharusnya memastikan kebijakan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi warga. “Kebanggaan kita, para gubernur semua, ya kebanggaanmu, para bupati, kebanggaan kalian sebagai pemimpin rakyat, kalau kalian datang ke rakyat, rakyatnya tersenyum. Nah, itu kebanggaan kalian,” kata Prabowo.

Pernyataan itu menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah. Upaya mengurangi kemiskinan membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran, akses ekonomi yang lebih luas, serta pelaksanaan program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Di hari yang sama, Kamis (22/10), ratusan mahasiswa, buruh, pedagang, dan elemen serikat pekerja menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Aksi ini menjadi bagian dari kritik terhadap dua tahun kepemimpinan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Koordinator lapangan sekaligus juru bicara aksi, Daniel Sumorang, menilai sejumlah program pemerintah belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. “Dua tahun itu waktu yang cukup bagi mereka untuk merefleksikan program-programnya sudah tepat sasaran atau belum. Nyatanya hingga hari ini nol besar,” tegas mahasiswa Universitas Airlangga tersebut.

Baca Juga  Sopir Angkot Malang Minta Koridor II Trans Jatim Ditunda

Massa menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, alokasi anggaran pendidikan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka juga menuntut penegakan supremasi sipil, penghentian keterlibatan militer di ranah sipil, dan penetapan karhutla sebagai bencana nasional.

Tuntutan lainnya adalah pengembalian alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai amanat konstitusi serta desakan agar Prabowo dan Gibran mengundurkan diri melalui mekanisme yang berlaku.

Terkait karhutla, Daniel mengkritik respons pemerintah yang dinilainya belum memadai. Ia menilai langkah pencegahan dan penanganan perlu diperkuat, terutama ketika asap kebakaran dilaporkan meluas hingga Singapura dan Malaysia.

“Pemerintah bilang ‘tinggal tunggu hujan saja’. Anak SD juga bisa ngomong begitu. Seharusnya bencana karhutla ini segera ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional tanpa perlu terhambat syarat administratif,” lanjut Daniel.

Ia menambahkan, demonstrasi di Surabaya merupakan bagian dari konsolidasi lintas daerah bersama aliansi perguruan tinggi dan elemen masyarakat sipil untuk menyiapkan aksi lanjutan. Sebelumnya, mahasiswa di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar juga menggelar demonstrasi serentak untuk menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Selasa (20/10). (raf/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Terumbu karang dapat menyimpan petunjuk tentang perubahan lingkungan laut selama ribuan tahun, termasuk kapan organisme itu…

Berita

Pacitan, Jatim Mandiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong pesantren di Jatim menguasai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sekaligus memperkuat…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Cadangan air Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, memasuki kondisi kritis seiring elevasi permukaan air turun lebih dari 13…