Bencana AlamBeritaDalam NegeriHeadline

Soal Karhutla, Menko Polkam: Kita Masih Sanggup

Editor: ibn
×

Soal Karhutla, Menko Polkam: Kita Masih Sanggup

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Kota Batu saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Batu, Senin (19/10). Karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang yang sebelumnya melanda wilayah Kabupaten Pasuruan kini meluas hingga memasuki wilayah Kota Batu. ISTIMEWA
Example 468x60

Terbuka untuk Bantuan ASEAN Atasi Karhutla

Jakarta, Jatim Mandiri

Indonesia menyatakan terbuka terhadap bantuan negara tetangga untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tapi perihal status bencana nasional, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menegaskan, pemerintah masih mampu menangani karhutla melalui BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Masalah penetapan bencana nasional, negara kita masih sanggup,” kata Dudung di Jakarta Timur, seperti dikutip Antara, Senin (19/10). Meski demikian, Indonesia menghargai tawaran bantuan asing. Pemerintah perlu mengatur teknis pengiriman, distribusi bahan bakar minyak (BBM), dan pengoperasian peralatan agar dukungan tersebut efektif.

“Nanti teknis di lapangan ini juga banyak kendala-kendala, ya, masalah distribusi BBM dan sebagainya. Itu tidak serta-merta hanya alutsista,” jelas Dudung.

Di pihak lain, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan mekanisme kerja sama ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan bersama. Malaysia juga menyatakan kesediaan membantu Indonesia.

“Malaysia telah mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan kolektif dalam menangani kabut asap lintas batas,” ujar Anwar, Senin (19/10).

Ia mengapresiasi pengerahan personel dan sarana udara oleh Indonesia. Namun, kabut asap telah memengaruhi kehidupan masyarakat Malaysia hingga menyebabkan penutupan sekolah di sejumlah wilayah.

“Semangat bertetangga yang sesungguhnya menuntut kita untuk saling mendukung ketika menghadapi musibah, dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan senantiasa menjadi prioritas,” ujarnya.

Direktur Regional Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) untuk Asia dan Pasifik Ben Churchill menilai kabut asap kali ini termasuk yang terparah di kawasan. Ia mendorong penggabungan sumber daya pemadaman ASEAN, termasuk helikopter, pesawat, peralatan, dan kru pendukung. Menurut dia, hujan berkepanjangan tetap diperlukan untuk membantu memadamkan kebakaran secara menyeluruh.

Baca Juga  Lamongan Raih Penghargaan Kelembagaan Terbaik PPA Award 2026, Bukti Sukses Cegah Perkawinan Anak

Di dalam negeri, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut 99 persen kejadian karhutla disebabkan aktivitas manusia. Pemerintah, katanya, telah mencabut dan membekukan izin 26 perusahaan yang dinilai melanggar aturan. “Kami di Kementerian Kehutanan ada 26 perusahaan yang sudah kami cabut dan bekukan izinnya. Dan sepertinya akan terus bertambah,” ujarnya.

Pemerintah juga memperkuat operasi lapangan, termasuk menambahkan 35 personel Brimob dari Jawa untuk membantu penanganan kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting.

Raja Juli mendorong pembentukan Masyarakat Peduli Api beranggotakan 15–30 orang per desa. Kelompok tersebut diharapkan membantu pengawasan dan penanganan dini agar kebakaran tidak meluas. (ant/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Kedalaman dan bentuk dasar laut Gosong Gia tidak dapat dijelaskan hanya melalui kenaikan permukaan laut, karena…

Berita

80 Saham HSC Bakal Dikeluarkan dari Indeks Jakarta, Jatim Mandiri Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi rencana Morgan…

Berita

Batu, Jatim Mandiri Satresnarkoba Polres Batu menangkap seorang petani berinisial DK alias S (33), warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten…