Malang, Jatim Mandiri – Satlantas Polresta Malang Kota mencatat 316 kecelakaan lalu lintas sepanjang 1 Januari–11 Oktober 2026. Angka ini berarti meningkat dibandingkan 188 kejadian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari 316 kecelakaan, pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok korban terbanyak dengan 148 orang.
Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Rio Angga Prasetyo mengatakan, jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 49 orang pada 2025 menjadi 61 orang pada 2026. Korban luka ringan juga naik dari 273 menjadi 448 orang, sedangkan korban luka berat tercatat satu orang setelah sebelumnya nihil.
“Pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok dengan jumlah korban terbanyak pada data 2026, yakni 148 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Rio seperti dikutip Times Indonesia, Kamis (15/10).
Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan. Pada Januari–September 2026, tercatat 409 kejadian yang melibatkan sepeda motor, meningkat 56,7 persen dibandingkan 261 kejadian tahun sebelumnya.
Rio menyebut kelalaian dan pelanggaran lalu lintas, seperti melawan arus serta menyalip tidak sesuai jalur, menjadi faktor kecelakaan. “Tidak menggunakan helm saat terjadi kecelakaan lalu lintas membuat fatality rate atau tingkat fatalitas akibat kecelakaan menjadi sangat tinggi hingga menyebabkan kematian,” tuturnya.
Untuk menekan angka kecelakaan, kepolisian menjalankan program Sambang Sekolah setiap Senin, meningkatkan patroli di titik rawan, serta menyosialisasikan keselamatan berkendara kepada pelajar dan masyarakat. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum. (*/ibn)













