Lumajang, Jatimmandiri.id – Transparansi keuangan dan kejujuran menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Karena itu, bendahara tidak cukup hanya mampu mencatat transaksi, tetapi juga harus menjaga integritas dan memastikan setiap pengelolaan dana dapat dipertanggungjawabkan.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, S Sos., saat menutup Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Bendahara KDKMP Kabupaten Lumajang Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu digelar di Hotel Aston Inn Hall Ranu Pane dan diikuti 50 peserta.
“Di awal pembukaan, saya menyampaikan bahwa Anda semua bukan sekadar juru catat atau pemegang uang, melainkan benteng integritas dan jantung akuntabilitas organisasi,” ujar Ridha.
Ia meminta peserta membuktikan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan melalui praktik nyata setelah kembali ke desa masing-masing.
“Setelah empat hari ditempa di tempat ini, apabila kembali ke desa dengan ilmu dan status sertifikasi baru, apakah Bapak dan Ibu sudah siap menjadi benteng integritas dan jantung akuntabilitas koperasi masing-masing?” katanya.
Ridha mengibaratkan bendahara sebagai jantung yang menjaga aliran keuangan tetap sehat melalui pencatatan tertib, transparan, dan jujur. Adapun peran sebagai benteng berarti melindungi koperasi dari penyalahgunaan dana, kesalahan administrasi, serta tekanan yang berpotensi mengganggu integritas.
“Benteng tidak boleh retak oleh godaan dan tidak boleh runtuh oleh ketidakmampuan mencatat. Benteng inilah yang menjaga agar rumah besar bernama KDKMP tetap berdiri kokoh dan anggotanya merasa aman,” tegasnya.
Menurut Ridha, sertifikat kompetensi bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti kesanggupan menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
“Sertifikat kompetensi yang nanti diraih bukan sekadar kertas untuk dipajang, melainkan bukti komitmen bahwa Anda adalah jantung yang sehat dan benteng yang kokoh bagi ekonomi desa Anda,” ujarnya.
Ridha turut mengapresiasi narasumber, asesor, dan panitia yang mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya Dr. Oyong Lisa, M M, Ak serta Dr. Fauzan Muttaqien, S E, M M.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan menerapkan kompetensinya dalam pengelolaan keuangan koperasi di desa masing-masing. Transparansi, akuntabilitas, dan integritas diharapkan memperkuat kepercayaan anggota sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.












