Batu, Jatim Mandiri
Satu sepeda motor milik warga hangus terbakar saat pemiliknya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pinus di kawasan Payung 3, Kota Batu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi Rabu (14/10) dini hari tersebut, sementara api berhasil dipadamkan setelah sekitar empat jam penanganan.
Kebakaran melanda kawasan hutan produksi pinus Petak 82 RPH Pujon Selatan, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, sekitar pukul 01.00 WIB. Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu pukul 01.10 WIB dari seorang warga bernama Arya yang melintas di lokasi. Personel Regu Yudha berangkat pukul 01.12 WIB dan tiba lima menit kemudian.
“Dini hari tadi setelah ada laporan dari masyarakat pelintas jalan, kami langsung ke payung 3 (lokasi), mengingat disekitar area hutan maka kita antisipasi sejak kantor,” kata Fauzan, anggota Damkarmat Kota Batu seperti dikutip disway.id.
Damkarmat mengerahkan empat armada, yakni Unit Gajah 2, Unit Gajah 3, Unit Suplai, dan Unit Komando. Penanganan juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Perhutani, TNI, Polri, serta warga setempat.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu Suwoko menyebut kebakaran diduga dipicu sisa pembakaran serasah daun yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Angin dan tumpukan vegetasi kering turut mempercepat penyebaran api. Pihaknya mengonfirmasi tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Tapi satu unit sepeda motor milik warga yang ikut membantu proses pemadaman di lokasi kejadian dilaporkan hangus terbakar.
“Petugas segera melakukan penanganan dan pemadaman secara manual serta membuat sekat bakar agar api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain,” ujar Suwoko sebagaimana dikutip malangtimes.com.
Pemadaman dan pendinginan selesai Rabu pagi pukul 05.10 WIB. Petugas kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang memicu kebakaran susulan. Luas lahan terdampak masih didata Perhutani.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Utamakan metode yang aman dan tidak menggunakan api demi mencegah terjadinya kebakaran hutan yang tidak terkendali,” tegas Suwoko. Damkarmat juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan potensi kebakaran kepada petugas. (*/ibn)












