Edu-Life & Sport

Seleksi Dewan Pendidikan Jatim Dibuka: 45 Calon Bersaing Rebut 11 Posisi Strategis

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Seleksi Dewan Pendidikan Jatim Dibuka: 45 Calon Bersaing Rebut 11 Posisi Strategis

Sebarkan artikel ini
Dewan Pendidikan Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Dinas Pendidikan Jawa Timur resmi membuka seleksi pendaftaran calon anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur periode 2027–2032.
  • Sebanyak 45 pendaftar tercatat telah mendaftar hingga Selasa (13/10/2026) untuk memperebutkan alokasi sekitar 11 kursi anggota dewan.
  • Seleksi melibatkan lima tokoh pansel lintas disiplin ilmu guna menjaring keterwakilan DUDI, budayawan, hukum, hingga praktisi demi memperkuat program Jatim Cerdas.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur resmi membuka seleksi penerimaan calon anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur periode 2027–2032. Penjaringan ini digulirkan guna memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendongkrak mutu pendidikan secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur. Hingga Selasa (13/10/2026), antusiasme pendaftar terpantau tinggi dengan masuknya 45 berkas calon peserta yang bersaing mengisi kuota sekitar 11 posisi anggota Dewan Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa proses seleksi ini menjadi momentum strategis untuk menghadirkan komposisi keanggotaan yang lebih majemuk dan selaras dengan dinamika kebutuhan zaman. Dindik Jatim membuka pintu seluas-luasnya tidak hanya bagi praktisi pendidikan, melainkan juga figur profesional, pengusaha, pakar hukum, budayawan, serta mantan kepala SMA dan SMK yang memiliki rekam jejak kepedulian nyata.

“Kami berharap komposisi Dewan Pendidikan periode berikutnya cukup lengkap. Bukan hanya praktisi yang terlibat langsung dalam proses pendidikan, tetapi juga orang-orang yang peduli dan bisa memberikan pertimbangan, saran, serta masukan untuk memperkuat program pendidikan di Jawa Timur,” ungkap Aries, Rabu (14/10/2026).

Perkuat Vokasi dan Akselerasi Program Unggulan Jatim Cerdas

Aries menerangkan, Dewan Pendidikan memegang kedudukan krusial sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan telaah pertimbangan serta masukan terhadap arah kebijakan. Tokoh-tokoh yang terpilih nantinya dituntut memiliki kematangan kompetensi, jam terbang, dan perspektif luas guna memperkuat implementasi program unggulan Jatim Cerdas yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Baca Juga  Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam RMTA Soerjo di Magetan dan Serukan Kepemimpinan Kuat

Secara khusus, keterlibatan perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi prioritas yang ingin diperkuat secara intensif. Unsur industri dipandang memiliki kepekaan langsung terhadap kebutuhan riil bursa tenaga kerja, sehingga sangat dibutuhkan dalam memetakan kurikulum pendidikan vokasi yang adaptif.

“Kami ingin ada unsur DUDI yang benar-benar memahami kebutuhan lulusan SMK, sehingga bisa memberikan pertimbangan bagi pengembangan pendidikan vokasi. Kami juga berharap mantan kepala sekolah dan praktisi pendidikan ikut mendaftar karena mereka memahami kondisi pendidikan secara langsung,” jelas Aries.

Selain pendidikan kejuruan, formasi Dewan Pendidikan mendatang diproyeksikan mampu mengawal pengembangan potensi siswa secara holistik, meliputi aspek akademik, kesenian, budaya, hingga keolahragaan. Saat ini, ekosistem pendidikan khusus di Jawa Timur telah ditopang institusi unggulan, antara lain:

  • Enam SMA Negeri Taruna: SMAN Taruna Nala, SMAN 3 Taruna Angkasa, SMAN 2 Taruna Bhayangkara, SMAN 5 Taruna Brawijaya, SMAN 1 Taruna Madani, dan SMAN 2 Pamong Praja.
  • Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR).
  • SMKN 12 Surabaya sebagai pusat pendidikan kejuruan seni terbesar dan terlengkap di Indonesia.

“Karena itu, kami ingin unsur dewan pendidikan diisi dari berbagai kalangan yang memiliki kepedulian dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur. Dewan Pendidikan bukan semata-mata jabatan atau pekerjaan, melainkan ruang untuk berkontribusi dan berkolaborasi demi mewujudkan Jatim Cerdas,” pungkas Aries.

Menjawab Disrupsi Digital dan Menembus Standar Global

Tuntutan terhadap kualitas figur anggota dewan turut digarisbawahi oleh Anggota Tim Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Jawa Timur, Dr. Suko Widodo, M.Si. Pakar komunikasi politik ini menekankan bahwa akselerasi era digital mengharuskan pemangku kebijakan pendidikan berani keluar dari zona nyaman demi mengejar daya saing internasional.

Suko menilai pergeseran teknologi telah merombak cara belajar generasi masa kini. Pelajar saat ini tidak lagi sekadar menerima materi satu arah dari guru, melainkan aktif menelusuri literatur digital secara mandiri dan kritis menguji bobot penilaian yang diberikan di kelas.

Baca Juga  Saran Kak Seto untuk Cegah Kekerasan Anak, Dorong SPARTA Hadir di Seluruh Jakarta

“Kita mencari orang-orang yang cocok di zamannya. Era digital perubahannya luar biasa, sehingga kita harus benar-benar belajar dan menyiapkan dunia pendidikan yang mampu menuju tingkat internasional. Kalau gurunya tidak disiapkan dan Dewan Pendidikan tidak mengingat hal-hal semacam itu, saya kira kita juga akan ketinggalan. Posisi kita secara internasional juga bisa dinilai seperti itu,” tegas Suko.

Kendati demikian, Suko meyakini Jawa Timur memiliki modal institusional yang mapan untuk merambah panggung global. Keberadaan sekolah asrama berkarakter kuat seperti SMA Taruna serta jejaring pesantren terbukti mampu menarik minat santri lintas negara, mulai dari Malaysia, Singapura, China, hingga Jepang.

“Dewan Pendidikan tidak harus diambil dari orang pendidikan, tetapi orang yang berkontribusi pada pendidikan. Saya berharap komposisinya lengkap, tetapi semuanya memiliki kontribusi terhadap pendidikan,” tutur Suko.

Jadwal Lengkap, Persyaratan Calon, dan Susunan Tim Pansel

Masa pendaftaran seleksi calon anggota Dewan Pendidikan Jatim dibuka mulai 5 hingga 16 Oktober 2026. Tahapan seleksi akan berjalan secara terstruktur dengan linimasa sebagai berikut:

  • 17–24 Oktober 2026: Pemeriksaan kelengkapan berkas administrasi.
  • 27 Oktober 2026: Pengumuman hasil verifikasi administrasi.
  • 30 Oktober 2026: Uji wawancara dan presentasi calon.
  • 17 November 2026: Pengumuman kelulusan akhir (akademik, wawancara, dan presentasi).
  • Awal Desember 2026: Pelantikan resmi anggota Dewan Pendidikan Jatim terpilih.

Adapun kriteria pendaftar mewajibkan komitmen tinggi terhadap pemajuan pendidikan, usia minimal 35 tahun dan maksimal 70 tahun per 28 Desember 2026, bukan anggota partai politik, serta memiliki rekam jejak pengembangan pendidikan minimal 5 tahun. Dari segi akademik, pelamar wajib berpendidikan minimal S3/Guru Besar pada bidang relevan, atau berijazah S2 yang mengantongi pengalaman pengembangan pendidikan skala nasional.

Baca Juga  HDCI Gelar Merdeka Ride, Sambil Berbagi Pada Ojol

Seluruh proses penjaringan ini dikawal langsung oleh lima tokoh panitia seleksi lintas kepakaran:

  1. Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc. (Universitas Brawijaya)
  2. Prof. Djoko Saryono (Universitas Negeri Malang)
  3. Prof. Pardji, M.Pd. (Universitas PGRI Madiun)
  4. Dr. Suko Widodo, M.Si. (Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia / ISKI Jawa Timur)
  5. Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Psi. (Universitas Negeri Surabaya)
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *