Jember, Jatimmandiri.id – KA Probowangi menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Kereta relasi Ketapang–Surabaya tersebut melayani 591.530 penumpang selama Januari–September 2026 melalui skema public service obligation (PSO) yang mendukung keterjangkauan tarif bagi masyarakat.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan capaian tersebut memperlihatkan peran KA Probowangi dalam menunjang mobilitas masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya.
“Kereta tersebut terus berperan dalam menyediakan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat,” kata Cahyo di Jember, Selasa (13/10).
Selain Probowangi, KA Sritanjung dengan rute Ketapang–Lempuyangan juga menjadi pilihan masyarakat. Kereta bersubsidi tersebut mencatat 463.001 penumpang pada periode yang sama, dengan pertumbuhan yang stabil.
Kedua layanan itu melayani beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kunjungan keluarga hingga aktivitas lainnya.
Untuk memperluas akses transportasi di kawasan Tapal Kuda, KAI Daop 9 juga meningkatkan frekuensi perjalanan. Sepanjang Januari–September 2026, sebanyak 30 perjalanan kereta api dioperasikan, bertambah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 26 perjalanan.
Pada layanan komersial, KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto mencatat volume penumpang tertinggi dengan 250.297 orang. Jumlah itu naik 4.746 penumpang atau 1,93 persen dibandingkan Januari–September 2025 yang mencapai 245.551 orang.
Kenaikan juga terjadi pada KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Pasarturi. Kereta tersebut mengangkut 211.289 penumpang, meningkat 1.828 orang atau 0,87 persen dari 209.461 penumpang pada periode sebelumnya.
Menurut Cahyo, setiap layanan kereta api memiliki karakteristik dan segmen pelanggan berbeda. Karena itu, evaluasi kinerja tidak hanya bertumpu pada jumlah penumpang, tetapi juga kemampuan layanan memenuhi kebutuhan masyarakat secara aman, nyaman, dan tepat waktu.
Persebaran penumpang pada 2026 turut dipengaruhi kehadiran dua layanan komersial baru, yakni KA Pandalungan 2 dan KA Sangkuriang. Bertambahnya pilihan perjalanan membuat dinamika jumlah penumpang antarkereta dapat berubah seiring pola mobilitas dan kebutuhan masyarakat.
Di sisi operasional, KAI Daop 9 Jember mencatat ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api mencapai 100 persen selama Januari–September 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator pelayanan untuk menjaga kepercayaan pelanggan.












