ꦧꦸꦢꦪ

Tiban Trenggalek Jadi Ikhtiar Warga Menanti Hujan

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Tiban Trenggalek Jadi Ikhtiar Warga Menanti Hujan

Sebarkan artikel ini
Penonton menyaksikan pertunjukan kesenian tiban di Desa Jajar, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (11/10/2026). Seni tradisi yang diwariskan turun-temurun setiap akhir kemarau itu digelar sebagai upaya pelestarian budaya masyarakat pesisir selatan Jawa dan simbol pengharapan turunnya hujan.
Example 468x60

Trenggalek, Jatimmandiri.id – Di tengah kemarau panjang, masyarakat Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, kembali menghidupkan tradisi Tiban. Kesenian yang diwariskan turun-temurun itu digelar setiap Minggu sepanjang Oktober 2026, bukan hanya untuk menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan warga sekaligus ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto Edy, yang akrab disapa Mbah Ime, mengatakan pagelaran tersebut telah memasuki pekan kedua pada Minggu (11/10). Kegiatan itu direncanakan berlangsung setiap Minggu hingga hujan turun, selama para pemain dan pengrawit masih bersedia terlibat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Harapannya, seni tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur kita ini lestari. Mudah-mudahan di musim kemarau panjang ini segera diturunkan hujan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Mbah Ime.

Bagi masyarakat setempat, Tiban bukan sekadar pertunjukan seni. Tradisi ini juga menjadi bagian dari doa dan harapan bersama ketika kemarau berlangsung panjang. Warga menjalankannya sesuai niat masing-masing, sembari mempertahankan kesenian yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Keberlangsungan pagelaran tersebut bertumpu pada kesukarelaan para pelaku seni. Para pemain dan pengrawit datang tanpa menerima bayaran. Mereka berpartisipasi atas kemauan sendiri untuk menjaga tradisi sekaligus menjalin hubungan dengan sesama seniman.

Desa Jajar dan sejumlah desa di sekitarnya dikenal memiliki banyak seniman Tiban. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Kecamatan Gandusari sebagai salah satu pusat kegiatan kesenian Tiban di Kabupaten Trenggalek.

Antusiasme terhadap tradisi ini bahkan melampaui batas daerah. Pada pelaksanaan pekan sebelumnya, sejumlah peserta dari Tulungagung, Kediri, Blitar, hingga Malang turut hadir. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Tiban masih memiliki daya tarik bagi komunitas seni di wilayah Jawa Timur.

Dalam pertunjukannya, dua pemain secara bergantian menyabetkan penjalin atau rotan ke tubuh lawan. Aksi tersebut berlangsung dengan iringan gamelan Jawa. Pergantian giliran pemain dan alunan gending menjadi unsur penting yang terus dipertahankan dalam pertunjukan tradisional tersebut.

Baca Juga  Kemenbud Kembangkan Talenta Seni Lewat BBM

Di tengah perubahan zaman, penyelenggaraan Tiban secara rutin menjadi salah satu cara masyarakat Jajar menjaga kesinambungan kebudayaan lokal. Keterlibatan seniman lintas daerah juga membuka ruang pertemuan antarkomunitas yang memiliki kecintaan terhadap tradisi serupa.

Mbah Ime berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ritual musiman. Ia ingin Tiban tetap dikenal generasi muda, diwariskan kepada penerus, serta menjadi sarana merawat persaudaraan antarpelaku seni.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Pemetaan dasar laut Gosong Gia di Laut Jawa memperlihatkan pola melingkar, bukit kecil di bagian tengah,…

Bencana Alam

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Pola melingkar Gosong Gia memunculkan pertanyaan baru, apakah yang terlihat di dasar Laut Jawa merupakan dinding,…