Jatim

Hari Jadi ke-81 Jatim: Khofifah Dorong Pemerataan Pembangunan, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,84 Persen

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Hari Jadi ke-81 Jatim: Khofifah Dorong Pemerataan Pembangunan, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,84 Persen

Sebarkan artikel ini
Hari Jadi ke-81 Jatim
Upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di lingkungan Dinas Kominfo Jatim
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan urgensi pemerataan hasil pembangunan di perkotaan, perdesaan, pesisir, hingga kepulauan.
  • Momen Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM dan kelestarian lingkungan.
  • Data BPS 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi Jatim semester I mencapai 5,84 persen, kemiskinan turun ke 9,06 persen, dan pengangguran terbuka berada di angka 3,42 persen.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Kemajuan wilayah dinilai kehilangan esensinya apabila manfaatnya tidak dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat. Berangkat dari komitmen tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan agar arah pembangunan daerah tidak hanya terfokus pada angka pertumbuhan, tetapi berakar pada peningkatan kualitas hidup, daya saing, serta kelestarian ekologis yang berkesinambungan.

Amanat strategis tersebut dibacakan oleh Kepala Bidang Data dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Jatim, Imam Fahamsyah, dalam rangkaian upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di lingkungan Dinas Kominfo Jatim, Senin (12/10/2026).

Manifestasi Tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”

Mengusung tema besar “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan hari lahir ke-81 ini menjadi titik pijak evaluasi dan proyeksi ke depan. Menurut Gubernur Khofifah, pembangunan yang unggul menuntut kesiapan fondasi sumber daya manusia (SDM), penguasaan keterampilan tenaga kerja, hingga penguatan daya saing produk lokal di kancah nasional maupun global.

Di saat yang sama, prinsip berkelanjutan menuntut tanggung jawab moral dan kebijakan dalam mengelola sumber daya alam serta menjaga kebudayaan lokal demi generasi penerus.

“Pembangunan perlu diarahkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan daya saing, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan,” tegas Khofifah dalam sambutan tertulisnya.

Baca Juga  Bupati Nganjuk Sambut Kunjungan Muslimat NU Lampung Tengah

Menembus Sekat Wilayah: Dari Perkotaan hingga Kepulauan

Khofifah menggarisbawahi bahwa pemerataan bukan sekadar retorika, melainkan hak masyarakat di segala penjuru Jawa Timur. Dampak kemajuan infrastruktur dan kebijakan publik wajib menjangkau masyarakat perkotaan, perdesaan, kawasan pesisir, hingga wilayah kepulauan terluar.

Kebijakan strategis pemerintah daerah dituntut langsung menjawab kebutuhan riil publik, terutama dalam memperluas aksesibilitas terhadap:

  • Pendidikan berkualitas dan pelatihan kerja adaptif teknologi,
  • Peluang lapangan kerja produktif dan inklusif,
  • Layanan publik serta pemenuhan kebutuhan dasar yang merata.

Potret Indikator Kesejahteraan: Rilis Resmi BPS 2026

Arah kebijakan pembangunan di Jawa Timur tercermin nyata lewat performa makroekonomi yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada tahun 2026, sejumlah indikator utama mencatatkan tren impresif:

Indikator Sosial Ekonomi Periode Pencatatan Capaian Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Semester I 2026 5,84%
Tingkat Kemiskinan Maret 2026 9,06%
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mei 2026 3,42%

Capaian ekonomi semester pertama sebesar 5,84 persen tersebut ditopang oleh kinerja solid sektor-sektor produktif unggulan, mencakup industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang terus menjaga denyut roda aktivitas ekonomi Jawa Timur.

Kolaborasi Multisektor dan Menjaga Masa Depan Ekologis

Guna mempertahankan capaian tersebut, Khofifah mengingatkan bahwa keberhasilan program pembangunan bertumpu pada kolaborasi sinergis antar-pemangku kepentingan, mulai dari jajaran birokrasi, pelaku dunia usaha, institusi pendidikan, hingga elemen masyarakat.

Menghadapi disrupsi teknologi dan transformasi lanskap ketenagakerjaan, peningkatan mutu SDM menjadi agenda mutlak. Pendidikan bermutu dan pelatihan keterampilan kerja dirancang untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.

Menutup pesannya, Khofifah menegaskan kembali bahwa ekspansi ekonomi tidak boleh mengorbankan daya dukung alam. Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan pemeliharaan kualitas lingkungan hidup adalah garansi agar buah pembangunan hari ini tetap lestari dinikmati oleh generasi mendatang.

Baca Juga  Bongkar Sindikat Rekrutmen Kerja Fiktif Rp630 Juta, Polres Mojokerto Ringkus 3 Pelaku hingga ke Sumatra
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Situbondo, Jatimmandiri.id – Jalur bersejarah Anyer-Panarukan berpeluang menjadi penggerak ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya melalui program Anyer-Panarukan 3R. Kementerian Desa…