Nganjuk, Jatimmandiri.id — Di tengah modernisasi zaman, Dusun Sokoliman yang terletak di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, masih memegang erat tradisi dan mitos leluhur yang unik.
Wilayah ini bahkan kerap dijuluki sebagai Kampung Mati oleh sebagian warga akibat kepercayaan khas yang telah turun-temurun dijaga.
Dusun tersebut dikeramatkan karena keberadaan sebuah punden di tengah wilayahnya.
Berdasarkan cerita yang beredar secara turun-temurun, Dusun Sokoliman memiliki pantangan utama yang ketat.
Yakni, jumlah keluarga yang tinggal di wilayah itu tidak boleh melebihi tiga kepala keluarga (KK).
Apabila batas tersebut dilanggar, masyarakat meyakini akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meskipun demikian, pihak pengelola warisan budaya setempat menegaskan bahwa hal ini murni merupakan bentuk kepercayaan tradisional masyarakat, dan bukan fakta ilmiah.
Hingga saat ini, aturan tak tertulis tersebut masih dihormati dan dipatuhi oleh warga setempat.
“Sejak zaman leluhur, di sini hanya ada tiga rumah utama. Kami tetap menjaga kebiasaan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap punden yang ada di tengah dusun,” kata Arifin, salah seorang warga setempat, Minggu (11/10/2026).
Hingga kini, Dusun Sokoliman tetap berdiri sebagai salah satu destinasi kultural.
Tak jarang keberadaannya memikat rasa penasaran bagi siapapun yang ingin menelusuri cerita unik serta kearifan lokal di Kabupaten Nganjuk.












