Jatim

Anyer-Panarukan Satukan Sejarah dan Ekonomi

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Anyer-Panarukan Satukan Sejarah dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Mendes PDT Yandri Susanto bersama Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Ketua DPRD Situbondo, Bupati dan Wakil Bupati Serang foto bersama usai Kick Off Anyer Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB Jakarta Selatan. Minggu (11/10/2026).
Example 468x60

Situbondo, Jatimmandiri.id – Jalur bersejarah Anyer-Panarukan berpeluang menjadi penggerak ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya melalui program Anyer-Panarukan 3R. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong program tersebut menjadi agenda tahunan yang melibatkan daerah-daerah di sepanjang Jalan Raya Pos.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan optimisme itu saat peluncuran program Anyer-Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut dipantau secara daring dari Situbondo, Jawa Timur.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Saya haqqul yaqin program Anyer-Panarukan 3R akan menjadi gerakan ekonomi, gerakan budaya dan infrastruktur serta lainnya,” kata Yandri seperti dikutip dari Antara.

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten. Kedua pemerintah daerah telah menandatangani nota kesepakatan serta perjanjian kerja sama untuk mengoptimalkan potensi daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Konsep 3R mencakup road, route, dan roots. Unsur road menempatkan Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah sekaligus penghubung antardaerah. Route diarahkan untuk mengembangkan jalur Anyer-Panarukan sebagai koridor perjalanan dan destinasi wisata. Sementara itu, roots berfokus pada penggalian dan penguatan identitas, sejarah, budaya, serta kearifan lokal masyarakat.

Menurut Yandri, Jalan Raya Pos yang menghubungkan Anyer di Kabupaten Serang hingga Panarukan di Kabupaten Situbondo merupakan artefak sejarah yang turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa. Potensi tersebut perlu dihidupkan kembali melalui kegiatan kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, Festival Anyer-Panarukan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival harus menjadi ruang untuk merawat ingatan sejarah sekaligus menggerakkan ekonomi dan kebudayaan lokal.

Jalur tersebut melewati ribuan desa dengan karakter beragam, mulai dari kawasan pertanian, pesisir dan nelayan, hingga desa wisata. Karena itu, Yandri mengusulkan integrasi program 3R dengan 14 kategori Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang sebelumnya diluncurkan Kemendes PDT.

Baca Juga  Diduga Hilang Kendali, Truk Bermuatan 10 Ton Jagung Terguling di Mojosari

Ia juga meminta pelaksanaan festival diperluas ke kabupaten, kota, dan desa bersejarah lain di sepanjang jalur tersebut, bukan hanya terpusat di Serang dan Situbondo.

Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, Yandri mengingatkan bahwa pemerintah bukanlah superman, melainkan super team. Kolaborasi lintas daerah dan sektor dinilai penting agar dampak program semakin luas.

“Kami dari Kemendes PDT siap memberikan dukungan penuh, menjembatani jejaring kerja sama dengan swasta, BUMN, hingga mitra luar negeri,” ujarnya.

Anyer-Panarukan 3R dirancang sebagai program branding jangka panjang untuk menghidupkan nilai sejarah Jalan Raya Pos sekaligus mengembangkan pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan potensi lokal.

Peluncuran program dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, Bupati dan Wakil Bupati Serang, serta jajaran pemerintah kedua kabupaten.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *