Jatim

Gunung Semeru Erupsi Beruntun Semburkan Abu 1.000 Meter, Status Masih Siaga

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Gunung Semeru Erupsi Beruntun Semburkan Abu 1.000 Meter, Status Masih Siaga

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru
Gunung Semeru terpantau saat terjadi erupsi di Jawa Timur pada Minggu (11/10/2026). (Foto: Tangkapan layar Threads @infogempa***)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi beruntun pada Minggu (11/10/2026) pagi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter ke arah timur dan timur laut.
  • Tingkat aktivitas vulkanik Semeru masih bertahan di Level III (Siaga), memicu larangan aktivitas di radius 5 kilometer dari puncak.
  • PVMBG mengimbau warga menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer serta mewaspadai potensi lahar hingga 17 kilometer.

Lumajang, Jatimmandiri.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat setelah dilaporkan mengalami rentetan letusan pada Minggu (11/10/2026) pagi. Erupsi yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak, dengan sebaran material mengarah ke sektor timur dan timur laut.

Berdasarkan data laporan aktivitas vulkanik, rangkaian erupsi Semeru tercatat terjadi berturut-turut pada pukul 05.34 WIB, 06.29 WIB, dan 06.41 WIB. Pada letusan ketiga pukul 06.41 WIB, instrumen seismograf merekam getaran seismik dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter serta durasi gempa hembusan berlangsung selama 117 detik.

Pengamatan visual menunjukkan kolom abu letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke timur laut. Data pemantauan berkala pada Minggu pagi turut mengonfirmasi bahwa gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami beberapa kali letusan dalam periode pengamatan enam jam.

Status Gunung Semeru Bertahan di Level III (Siaga)

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau status Siaga. Penetapan status ini mengindikasikan tingginya potensi bahaya vulkanik, sehingga masyarakat dan pendaki diwajibkan meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh perimeter zona aman.

Baca Juga  77 Pelajar Dirawat, SPPG Kalitengah Diaudit

Dalam pedoman mitigasi bencana, PVMBG melarang keras warga maupun wisatawan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga batas jarak 13 kilometer dari pusat erupsi aktif.

Di luar batas radius tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah bantaran sungai tersebut dinilai sangat rentan terlanda perluasan awan panas guguran serta aliran lahar hujan hingga radius 17 kilometer dari puncak gunung.

Larangan Aktivitas Radius 5 Kilometer dari Kawah Aktif

Selain ancaman di jalur aliran lahar Besuk Kobokan, PVMBG menginstruksikan masyarakat untuk mengosongkan seluruh area dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona steril ini diberlakukan ketat demi menghindari ancaman bahaya lontaran material batu pijar saat fase erupsi eksplosif berlangsung.

Masyarakat di lereng Semeru juga diminta siaga menghadapi ancaman sekunder berupa:

  • Potensi awan panas guguran (APG) dari kubah lava.
  • Guguran lava pijar di lereng-lereng curam.
  • Banjir lahar dingin di sepanjang lembah dan daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Kewaspadaan tinggi terhadap aliran material lahar perlu difokuskan pada jalur sungai utama, meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga kawasan Besuk Sat.

Imbauan Keselamatan dan Pemantauan Kanal Resmi

Karakteristik erupsi Semeru yang berlangsung berulang menjadi peringatan penting bagi warga maupun wisatawan agar tidak nekat mendekati zona bahaya, termasuk larangan memasuki kawasan terlarang hanya demi mendokumentasikan foto letusan dari jarak dekat.

Warga yang berdomisili di sekitar kawasan rawan bencana (KRB) diimbau untuk terus memperbarui perkembangan situasi melalui layanan aplikasi MAGMA Indonesia, kanal informasi resmi PVMBG, serta arahan berkala dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca Juga  Hilang Kendali, Pengendara R2 Tewas Tergilas Truk di Ngoro Mojokerto

Hingga laporan mitigasi ini diterbitkan, belum ada laporan terverifikasi terkait adanya korban jiwa, kerusakan infrastruktur pemukiman, maupun desakan evakuasi pengungsi imbas rangkaian erupsi yang terjadi pada Minggu pagi tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *