Nasional

Berbagi Pengalaman di Mina, Ning Lia: Jangan Terburu-buru, Ketenangan adalah Kunci

×

Berbagi Pengalaman di Mina, Ning Lia: Jangan Terburu-buru, Ketenangan adalah Kunci

Sebarkan artikel ini
Ning Lia melakukan prosesi lempar jamrah.
Example 468x60

Arab Saudi, Jatimmandiri.id – Suasana dini hari di kawasan Jamarat, Mina, Arab Saudi pada Jumat, 29 Mei 2026 terasa begitu syahdu. Di tengah lautan jamaah haji yang bergerak perlahan menuju titik lempar jumrah, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, merasakan energi yang berbeda. Yakni, sebuah perpaduan antara ketenangan spiritual dan kuatnya rasa solidaritas antarumat.

Tepat pukul 03.00 waktu setempat, perempuan yang karib disapa Ning Lia ini telah menuntaskan rangkaian lempar jamrah hari ketiga. Ia menyoroti bagaimana penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terasa jauh lebih tertib dan teratur berkat manajemen waktu yang ketat dari Pemerintah Arab Saudi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Alhamdulillah, yang paling terasa adalah suasana tertib dan tenang. Pemerintah Arab Saudi benar-benar mengatur pembagian waktu lempar jumrah setiap negara dengan sangat baik,” ujar Ning Lia.

Menurutnya, skema pengaturan waktu bagi jamaah Indonesia terbukti efektif dalam memecah kepadatan. Dengan jadwal yang telah ditentukan, penumpukan massa di jalur menuju Jamarat maupun di area terowongan Mina dapat diminimalisir secara signifikan.

“Karena waktunya sudah diatur, jamaah bisa lebih nyaman. Saat kita melempar jumrah bersama sesama jamaah Indonesia, suasananya terasa lebih tenang dan tidak menimbulkan kepanikan,” ungkapnya.

Di tengah keramahan cuaca dini hari di Mina, Ning Lia pun membagikan imbauan penting bagi jamaah lainnya. Ia mengingatkan agar setiap individu tidak tergesa-gesa atau memaksakan diri berebut posisi paling depan, sebab ketenangan adalah kunci utama keselamatan.

“Tadi memang ada beberapa rombongan yang terlihat terburu-buru karena ingin berada paling depan. Padahal sebenarnya tidak perlu. Semua sudah diatur dengan baik. Kalau kita tetap tenang, insyaAllah ibadah juga terasa lebih khusyuk,” tuturnya dengan lembut.

Baca Juga  Astra Serahkan Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut

Tak hanya mengapresiasi manajemen pemerintah setempat, Ning Lia juga memberikan apresiasi tinggi kepada petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Kehadiran petugas yang sigap di setiap titik perjalanan memberikan rasa aman ekstra bagi para jemaah.

“Saya tadi sempat berjalan sendiri dari Maktab 113 menuju lokasi lempar jamrah karena bertemu konstituen. Alhamdulillah, di sepanjang jalan banyak petugas PPIH yang berjaga. Itu membuat jemaah merasa aman dan tenang,” tambahnya.

Ning Lia pun mengaku tersentuh melihat pelayanan humanis yang diberikan kepada jamaah lanjut usia (lansia). Ia melihat banyak lansia yang terbantu berkat dukungan kursi roda serta pendampingan intensif dari keluarga maupun petugas. Namun, yang paling membekas di hatinya adalah solidaritas yang tumbuh spontan di antara para jamaah.

“Yang membuat hati saya tersentuh adalah solidaritas antarjamaah. Ketika ada lansia, jamaah lain dengan sukarela membantu dan melindungi. Suasana persaudaraan itu terasa sangat kuat,” ucapnya penuh haru.

Bagi Ning Lia, lempar jumrah bukan sekadar ritual fisik semata. Ia memaknainya sebagai simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan sifat buruk manusia. Ia berharap, rangkaian ibadah haji ini mampu menjadi momentum transformasi diri bagi seluruh jamaah untuk kembali dengan hati yang lebih bersih.

“Semoga sepulang dari Tanah Suci, kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan dijauhkan dari penyakit hati. Haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan untuk memperbaiki diri,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *