Purbalingga, Jatim Mandiri – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memfokuskan Festival Literasi Purbalingga 2026 mendorong masyarakat mengolah bacaan dan pengetahuan yang diperoleh, menjadi karya produktif, inovatif, serta bernilai tambah, yang dapat meningkatkan kesejahteraan.
Festival bertema “Kolaborasi untuk Literasi dan Literasi untuk Kesejahteraan Purbalingga” tersebut resmi dibuka di halaman Dinarpus Kabupaten Purbalingga, Kamis, dan berlangsung hingga 10 Oktober 2026. Pembukaan festival diawali dengan pengukuhan Pengurus Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga oleh Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga Syahzani Fahmi Muhammad Hanif atau Bunda Hani. Pada kesempatan yang sama, Bunda Literasi Kabupaten Purbalingga Denita Dimas Prasetyahani mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Purbalingga.
Kepala Dinarpus Kabupaten Purbalingga Endi Astono mengatakan literasi tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegemaran membaca, juga kemampuan mengolah informasi dan pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. “Purbalingga memerlukan masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tapi mengolah informasi menjadi karya, menjadi inovasi dan nilai tambah bagi kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Festival Literasi Purbalingga 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bazar buku, pameran UMKM, gelar wicara literasi, dialog interaktif, lokakarya, bedah buku, literasi budaya, hingga panggung kreativitas seni pelajar. Sejumlah stan informasi dan edukasi turut meramaikan kegiatan, antara lain dari Kepolisian Resor Purbalingga, Pangkalan TNI Angkatan Udara Jenderal Besar Soedirman, Badan Narkotika Nasional (BNN), perpustakaan desa, sekolah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan penguatan literasi menghadapi tantangan di tengah tingginya penggunaan gawai dan internet. “Kita sedang menghadapi krisis minat baca buku. Oleh karena itu, kehadiran Bunda Literasi dan pegiat literasi sangat diuji untuk mengubah konsumsi digital yang pasif ini menjadi kemampuan literasi media yang kritis, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.












