Palu, Jatim Mandiri – Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, menelusuri kasus pengeroyokan terhadap mahasiswa yang diduga dilakukan sejumlah mahasiswa senior.
Dekan Fakultas Teknik Untad Andi Arham Adam menyampaikan bahwa mahasiswa tidak boleh terlalu reaktif dan melakukan main hakim sendiri. Ia menyayangkan aksi kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme kampus.
“Mahasiswa tidak boleh terlalu reaktif terhadap sesuatu yang terjadi, apalagi sampai melakukan main hakim sendiri. Setiap persoalan seharusnya dilaporkan kepada pimpinan fakultas agar dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Andi Arham Adam di Palu, Kamis.
Berdasarkan penelusuran awal, persoalan bermula saat dosen berinisial FJ menegur tiga mahasiswa yang menggunakan telepon seluler saat kegiatan belajar mengajar. Sekitar pukul 20.24 WITA, FJ menerima informasi dari Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur mengenai kabar bahwa dua mahasiswa laki-laki yang sebelumnya ditegur diduga menjadi korban pemukulan oleh mahasiswa lainnya. FJ menegaskan tidak pernah meminta atau mengarahkan mahasiswa lain melakukan kekerasan.
Kuasa hukum korban, Jonathan Salam, menyatakan bahwa korban mengalami sejumlah luka seperti lebam dan luka akibat disulut puntung rokok selama kejadian yang berlangsung hampir satu jam. Pihak korban telah membuat laporan resmi ke kepolisian untuk mengusut dugaan tindak pidana tersebut.












