Jakarta, Jatimmandiri.id- Menjadi ibu kembali di usia 44 tahun membuat Annisa Pohan merasakan pengalaman yang berbeda. Secara emosional, istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mengaku lebih matang dalam mengasuh bayi. Namun, dari sisi fisik, ia harus menghadapi tantangan berupa tubuh yang lebih cepat lelah, terutama ketika waktu istirahat berkurang.
Annisa kini tengah menikmati hari-harinya merawat Arjuna, anak keduanya bersama AHY. Kehadiran sang bayi menjadi pengalaman baru setelah selama 21 tahun pernikahan, keduanya hanya dikaruniai seorang anak perempuan.
“Secara emosional sangat lebih baik. Saya merasa lebih bijaksana dan lebih matang punya anak di umur segini,” kata Annisa saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Di balik kematangan emosional tersebut, Annisa tidak menampik kondisi fisik menjadi tantangan tersendiri. Mengurus bayi dengan waktu tidur yang terbatas membuatnya lebih mudah kelelahan, terlebih dirinya tetap harus mendampingi berbagai aktivitas sang suami.
“Tapi secara fisik enggak bisa bohong, badannya memang gampang capek, apalagi kalau jam tidur kurang,” ujarnya.
Annisa bahkan menyampaikan candaan agar pengalaman tersebut tidak serta-merta ditiru oleh perempuan yang merasa sudah cukup memiliki anak.
“Jadi memang don’t try this at home ya kalau memang sudah cukup anak,” katanya.
Keputusan memiliki anak kedua juga tidak dilakukan secara sembarangan. Annisa mengatakan kehamilan tersebut telah melalui pertimbangan serta pemantauan medis yang ketat. Ia dan AHY memang berusaha memiliki anak lagi setelah selama lebih dari dua dekade hanya memiliki satu putri.
“Jadi memang diusahakan punya satu lagi. Tapi itu pun semua harus dengan izin dan pantauan dokter yang sangat ketat, enggak sembarangan, supaya kondisi ibu dan bayinya benar-benar terpantau sehat,” jelasnya.
Fokus Menyusui Arjuna
Kini, setelah enam bulan melahirkan, Annisa memasuki tantangan berikutnya, yakni memberikan ASI eksklusif kepada Arjuna. Aktivitas di luar rumah pun harus lebih dibatasi agar perhatian dan waktunya dapat dicurahkan kepada sang buah hati.
Masa menyusui juga membuat nafsu makannya meningkat drastis. Annisa menggambarkan rasa lapar setelah menyusui seperti belum makan dalam waktu sangat lama.
“Kalau ibu menyusui pasti tahu rasanya gimana lapar setelah menyusui. Seperti orang enggak makan setahun,” tuturnya.
Karena harus membagi waktu dengan bayi, ia bahkan kerap makan dengan terburu-buru. Untuk sementara, Annisa juga belum memikirkan program diet demi mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelumnya.
Menurutnya, menjaga stamina dan mencukupi kebutuhan nutrisi menjadi prioritas selama masih menyusui. Ia memilih mengonsumsi beragam makanan dengan perhatian khusus pada asupan protein.
“Karena masih menyusui, saya harus menjaga kondisi stamina dan asupan untuk Arjuna. Semua makanan saya konsumsi, yang penting tinggi protein,” ujar Annisa.












