Surabaya, Jatim Mandiri
Teriknya matahari Surabaya di awal bulan ini bisa jadi pertanda kerasnya tantangan yang akan dihadapi Persebaya Surabaya dalam BRI Super League. Bajul Ijo harus melakoni lima laga dalam 22 hari sepanjang Oktober 2026.
Persebaya akan menjalani laga tanpa penonton melawan Isenmulang Kalteng FC di Lampung, Jumat (9/10). Pertandingan melawan Isenmulang mengalami perubahan venue akibat kabut asap pekat yang menyelimuti Palangka Raya akibat kebakaran hutan dan lahan.
Laga dipindahkan dari Stadion Tuah Pahoe ke Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung dengan status tanpa penonton. Manajemen Isenmulang mengimbau suporter kedua tim tidak datang ke stadion demi menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan.
Setelah menghadapi Isenmulang, Bajul Ijo menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (18/10). Empat hari kemudian, Persebaya bertandang ke markas PSM Makassar pada Kamis (22/10). Rivera dkk kemudian kembali bermain di GBT menghadapi Madura United, Senin (26/10), sebelum menjamu Persijap Jepara pada Jumat (30/10).
Atas rangkaian laga di bulan Oktober, Kapten Persebaya Francisco Rivera menilai kebugaran, recovery, dan kesiapan taktik menjadi kunci menjaga performa tim di tengah jadwal padat. “Kami harus mempersiapkan diri dari sisi fisik maupun taktik. Hari ini fokus kami lebih banyak pada aspek fisik,” ujar Rivera.
Pemain asal Meksiko itu menyadari padatnya agenda akan menguras tenaga seluruh tim. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemulihan agar pemain siap menghadapi pertandingan berikutnya.
“Dengan jadwal lima pertandingan di Oktober, kami harus bisa menjaga kondisi dan melakukan recovery dengan baik agar siap menghadapi setiap pertandingan,” katanya. Rivera juga meminta tim tidak kehilangan fokus dengan memikirkan seluruh pertandingan sekaligus. “Fokus kami adalah satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan berusaha memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan,” tegasnya. (ant/ibn)












