Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 39 medali, dengan lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu, sekaligus melampaui target empat emas. Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi ke-16 klasemen akhir, turun dari peringkat ke-13 pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Jepang.
Asian Games 2026 berlangsung sejak 19 September dan resmi berakhir melalui upacara penutupan di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, kemarin (5/10). Lima emas Indonesia berasal dari empat cabor.
Bulu tangkis menyumbangkan dua emas melalui tim beregu putra serta pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada nomor ganda putra. Emas berikutnya diraih Rahmat Erwin Abdullah pada angkat besi nomor 75 kilogram putra. Rahmat mencatat total angkatan 366 kilogram, dengan snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram.
Desak Made Rita Kusuma Dewi juga menambah emas melalui nomor speed putri panjat tebing. Ia mencatat waktu 6,062 detik, unggul tipis atas atlet China Li Juan Deng yang membukukan 6,064 detik.
Emas kelima sekaligus bersejarah dipersembahkan Nurisa Dian Ashrifah dari panahan nomor compound individual putri. Ia mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137.
“Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” kata Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu.
Menurut Todotua, capaian tersebut melampaui target empat emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Total 39 medali juga menjadi koleksi terbanyak Indonesia saat mengikuti Asian Games di luar negeri, melampaui rekor 36 medali pada 2022. China menjadi juara umum dengan 341 medali, disusul Jepang 269 medali dan Korea Selatan 150 medali. Meski peringkat Indonesia menurun, pencapaian melampaui target menjadi modal positif bagi pembinaan prestasi olahraga nasional. (*/ibn)













