Jateng

Sawah Warga Tinanding Godong Belum Digarap Pascabanjir, Petani Curhat ke Sekda Jateng

×

Sawah Warga Tinanding Godong Belum Digarap Pascabanjir, Petani Curhat ke Sekda Jateng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id – Sawah seluas 1,5 hektare milik warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, hingga kini belum bisa digarap akibat tertimbun lumpur pascajebolnya Tanggul Sungai Tuntang pada Februari lalu.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh petani setempat, Sumarsih, saat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri penyerahan Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam dialog dengan warga, Sumarsih mengeluhkan sawah miliknya kini memiliki elevasi lebih tinggi dibanding lahan di sekitarnya akibat endapan lumpur banjir.

Akibatnya, air irigasi tidak dapat masuk ke area persawahan sehingga lahan tidak bisa ditanami.

“Saya pengin sawahnya dikeruk saja supaya bisa ditanam lagi,” ujar Sumarsih, Kamis, 28 Mei 2026.

Menanggapi aduan tersebut, Sumarno bersama jajaran terkait langsung meninjau lokasi sawah untuk melihat kondisi sedimentasi lumpur yang terjadi.

“Desa Tinanding kemarin terdampak tanggul jebol, ada sawah warga yang terkena lumpur. Sampai saat ini belum bisa beraktivitas untuk tanam,” kata Sumarno seusai pengecekan lapangan.

Menurut dia, langkah paling memungkinkan saat ini ialah melakukan pengerukan tanah agar elevasi sawah kembali sejajar dengan lahan di sekitarnya sehingga aliran air irigasi dapat kembali masuk.

“Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang sekarang tertimbun,” jelasnya.

Sumarno menambahkan, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Desa Tinanding masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang memiliki tingkat kesuburan tinggi.

Selain itu, saluran yang jebol juga merupakan saluran induk irigasi yang memiliki peran penting bagi sektor pertanian di Grobogan.

“Kalau dari RTRW pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau,” imbuhnya.

Baca Juga  Angkringan Diduga Jual Miras di Gubug Dilaporkan Warga, Polisi Gerak Cepat

Pemprov Jateng, lanjut Sumarno, akan segera berkoordinasi untuk menentukan langkah teknis penanganan lahan terdampak agar dapat kembali dimanfaatkan oleh petani.

“Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut. Tapi kita dari tim perencanaan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini benar-benar mata pencaharian dari pemilik tanah,” tuntasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *