Sidoarjo, Jatimandiri.id – Ekosistem pendidikan di Kabupaten Sidoarjo bergerak masif dalam menguatkan kapasitas para tenaga pendidik.
Bertepatan pada Selasa (29/9/2026), dua agenda besar digelar serentak guna mengakselerasi kualitas pengajaran, perlindungan profesi, serta kepemimpinan sekolah di Kota Delta.
Langkah penguatan ini diawali dengan dibukanya Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) I PGRI Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026.
Gelaran ini menjadi wadah konsolidasi bagi ribuan guru se-Kabupaten Sidoarjo untuk merumuskan inovasi pembelajaran berbasis digital sekaligus memperjuangkan jaminan perlindungan profesi di tengah era transformasi kurikulum.
Di saat bersamaan, sinergi strategis meluncur dari kolaborasi Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) bersama lembaga kemitraan bilateral Indonesia-Australia, INOVASI.
Mereka menggelar Pertemuan Tindak Lanjut Kelompok Dukungan Kepala Sekolah Perempuan SD se-Kabupaten Sidoarjo di Aula Atmaja SMP Negeri 1 Gedangan.
Program khusus ini dirancang untuk mematangkan kepemimpinan adaptif para kepala sekolah perempuan demi menghadirkan tata kelola dan budaya belajar sekolah dasar yang semakin berkarakter.
Di sela-sela sidang komisi, Ketua Pelaksana Konkercab I PGRI Sidoarjo, Suwandi, menegaskan bahwa derasnya arus modernisasi menuntut guru lokal untuk terus bertransformasi.
“Tantangan pendidikan modern saat ini bergerak sangat cepat. Melalui momentum Konkercab I PGRI Sidoarjo 2026 ini, kami berkomitmen merancang rumusan program kerja yang komprehensif agar para guru terfasilitasi dalam melakukan inovasi pembelajaran. Kami mengapresiasi antusiasme luar biasa dari seluruh pengurus cabang. Hasil keputusan sidang komisi hari ini akan langsung kami implementasikan demi kemaslahatan organisasi dan penguatan kesejahteraan guru di Sidoarjo,” ungkap Suwandi.
Komitmen pembentukan karakter kepemimpinan dari akar rumput sekolah dasar ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.
Lewat tim pembina kurikulum, pihak dinas menyoroti krusialnya ruang jejaring support group bagi para kepala sekolah perempuan.
“Kegiatan penguatan bersama program AKSI-INOVASI di Gedangan kemarin menjadi jembatan yang sangat baik. Kepemimpinan perempuan di sekolah dasar memiliki sentuhan empati dan ketelitian yang tinggi dalam tata kelola branding sekolah. Melalui kelompok dukungan ini, para kepala sekolah perempuan di Sidoarjo bisa saling berbagi praktik baik mengatasi kendala digitalisasi kelas dan penguatan karakter siswa, sehingga tidak ada lagi sekolah yang tertinggal dalam mutu raport pendidikannya,” puji perwakilan dinas setempat.
Rangkaian pergerakan terintegrasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Kabupaten Sidoarjo dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, merata, dan berdaya saing tinggi.












