Intisari Berita:
- Aktor Krisjiana Baharudin memutuskan menjalani prosedur vasektomi demi meringankan beban sang istri, Siti Badriah.
- Krisjiana enggan membiarkan istrinya menahan sakit dan mengalami efek samping hormonal akibat KB suntik, spiral, atau pil.
- Langkah kontrasepsi pria ini diambil atas dasar empati mendalam setelah menyaksikan perjuangan fisik sang istri saat hamil dan melahirkan.
Jakarta, Jatimmandiri.id — Keputusan berani dan tidak biasa di kalangan selebritas tanah air diambil oleh aktor Krisjiana Baharudin. Suami dari pedangdut Siti Badriah ini memutuskan untuk menjalani prosedur medis vasektomi sebagai langkah kontrasepsi permanen bagi pria. Langkah tersebut mendadak memicu perhatian publik luas menyusul alasan di balik keputusannya yang dinilai sangat mengharukan dan sarat empati.
Krisjiana menegaskan bahwa komitmen medis yang ia tempuh lahir dari ketulusan cinta, kepedulian, serta rasa hormat yang mendalam terhadap Siti Badriah. Baginya, urusan perencanaan keluarga serta tanggung jawab kontrasepsi tidak semestinya dibebankan semata-mata kepada pihak perempuan.
Refleksi Perjuangan Ibu: Dari Mengandung hingga Melahirkan
Keputusan tersebut bermula dari pengamatan langsung sang aktor terhadap fase berat yang telah dilalui Siti Badriah. Krisjiana menyaksikan bagaimana proses mengandung, proses persalinan, hingga perjuangan merawat buah hati mereka telah menguras tenaga fisik sekaligus ketahanan emosional sang istri secara luar biasa.
Menyadari beratnya pengorbanan tersebut, Krisjiana bertekad tidak ingin menambah beban tubuh sang istri dengan ketergantungan pada alat kontrasepsi kewanitaan jangka panjang.
Hindari Risiko Efek Samping Hormonal Kontrasepsi Wanita
Krisjiana enggan melihat Siti Badriah harus terus-menerus merasakan ketidaknyamanan fisik akibat berbagai metode pencegah kehamilan, mulai dari penggunaan KB suntik, pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (spiral/IUD), hingga konsumsi pil KB secara berkala yang kerap memicu efek samping hormonal pada tubuh perempuan.
“Aku enggak tega kalau Siti yang harus pakai KB atau menahan sakit lagi. Perjuangan dia dari mengandung sampai melahirkan sudah sangat luar biasa. Jadi, sekarang giliran aku yang mengambil peran ini,” tegas Krisjiana saat membeberkan alasannya.
Bentuk Nyata Kesetaraan Peran dalam Rumah Tangga
Sikap Krisjiana yang memilih menempuh vasektomi menjadi contoh nyata pergeseran paradigma peran laki-laki dalam manajemen reproduksi keluarga. Dengan mengambil alih prosedur pencegahan kehamilan melalui jalur kontrasepsi mantap pria, ia menunjukkan bahwa perlindungan kesehatan pasangan merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam membina rumah tangga.












