Malang, Jatim Mandiri
Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghentikan sementara pemadaman kebakaran Gunung Bromo melalui helikopter pengebom air karena angin kencang dan awan tebal, Minggu (13/9). Tim gabungan memaksimalkan operasi darat untuk mengendalikan api dan mencegahnya merambat ke permukiman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Satriyo Nurseno mengatakan, helikopter dan kru sebenarnya telah disiapkan. Namun, kondisi cuaca belum memungkinkan pelaksanaan operasi udara secara aman.
“Sebenarnya kami siap melakukan water bombing, tetapi cuaca tidak mendukung. Angin kencang itu yang akhirnya menghambat helikopter saat akan naik,” kata Satriyo di Jemplang seperti dikutip Antara.
Menurut dia, angin kencang dapat memicu turbulensi yang membahayakan kru helikopter. Awan tebal juga membatasi jarak pandang pilot ketika menuju lokasi kebakaran. BPBD tidak mengambil risiko menjalankan operasi udara dalam kondisi tersebut. Petugas kemudian memusatkan pemadaman dan pembasahan area terdampak melalui jalur darat.
“Kami berupaya supaya tidak merambat ke permukiman, fokusnya di situ,” ujarnya.
Pengeboman air sebelumnya dilaksanakan selama dua hari. Helikopter menjatuhkan 17 ribu liter air pada Jumat (11/9) dan 15 ribu liter pada Sabtu (12/9).
Total air yang dijatuhkan mencapai 32 ribu liter. Operasi udara tidak dapat dilanjutkan pada Minggu karena cuaca belum mendukung. “Dua hari terakhir, Jumat sudah 17 ribu liter kami jatuhkan, kemarin 15 ribu liter, dan hari ini nol,” kata Satriyo.
Kebakaran pertama kali muncul di Sabana Pengol, Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/9). Angin kencang diduga mempercepat perluasan titik api menuju kawasan Jemplang, Kabupaten Malang.
Perluasan kebakaran terpantau pada Sabtu sekitar pukul 16.20 WIB. Sejumlah vegetasi di rerumputan hingga bagian atas tebing tampak menghitam setelah terdampak api.
Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran dari Sabana Pengol hingga Jemplang. Mereka dibagi dalam tim pemadaman, pembasahan, dan pemantauan perkembangan titik api.
Personel berasal dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, BPBD Jatim, serta BPBD Kabupaten Malang dan Probolinggo. Kepolisian, TNI, dan relawan turut membantu penanganan.
Petugas masih memadamkan kepulan asap yang muncul di area rerumputan bawah Jemplang menuju Gunung Bromo. Tim lainnya bersiaga memantau kemungkinan api kembali muncul atau meluas.
Operasi darat akan terus dimaksimalkan dengan sarana yang tersedia. Pengeboman air dapat dilanjutkan setelah kondisi angin dan jarak pandang dinyatakan aman bagi penerbangan. (ant/ibn)












