Jatimmandiri.id – Samsung Electronics mempercepat pembangunan kompleks pabrik semikonduktor di Yongin, Korea Selatan, menyusul meningkatnya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan artifisial (AI). Perusahaan kini menargetkan fasilitas tersebut mulai beroperasi pada 2029, lebih cepat dari rencana awal yang diperkirakan berlangsung pada 2030–2031.
Percepatan proyek ini menjadi bagian dari strategi Samsung memperkuat posisi di industri semikonduktor global yang tengah mengalami lonjakan permintaan akibat pesatnya perkembangan teknologi AI. Chip berperforma tinggi kini menjadi komponen utama untuk mendukung pusat data, komputasi awan, kendaraan pintar, hingga pengembangan model AI generatif.
Kompleks Yongin merupakan bagian dari proyek investasi jangka panjang Samsung yang akan menjadi salah satu kawasan manufaktur semikonduktor terbesar di dunia. Fasilitas tersebut akan memproduksi berbagai chip generasi terbaru untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Langkah Samsung juga menjadi respons atas dominasi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) di sektor foundry serta meningkatnya posisi SK hynix dalam pasar chip High Bandwidth Memory (HBM) yang banyak digunakan untuk pelatihan model AI.
Analis industri menilai percepatan pembangunan pabrik mencerminkan optimisme Samsung terhadap prospek bisnis AI dalam beberapa tahun mendatang. Permintaan infrastruktur AI diperkirakan terus meningkat seiring semakin banyak perusahaan yang mengembangkan layanan berbasis kecerdasan artifisial.
Selain memperkuat daya saing perusahaan, investasi tersebut juga mendapat dukungan pemerintah Korea Selatan yang menempatkan industri semikonduktor sebagai sektor strategis nasional. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, Samsung diharapkan mampu memperluas pangsa pasar sekaligus memenuhi kebutuhan chip AI yang terus tumbuh secara global.












