OlahragaTak Berkategori

Mesir Protes Kepemimpinan Wasit usai Kalah Dramatis dari Argentina di Piala Dunia 2026

×

Mesir Protes Kepemimpinan Wasit usai Kalah Dramatis dari Argentina di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Federasi Sepak Bola Mesir memprotes kepemimpinan wasit dan penggunaan VAR setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Protes dipicu gol yang dianulir dan kontroversi gol kemenangan Argentina.
Example 468x60

Jatimmandiri.id – Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit setelah tim nasional Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (9/7/2026), EFA menilai sejumlah keputusan wasit, termasuk penggunaan Video Assistant Referee (VAR), telah memengaruhi jalannya pertandingan dan merugikan tim berjuluk The Pharaohs.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi Mesir karena mereka sempat unggul dua gol sebelum Argentina mencetak tiga gol dalam waktu 13 menit untuk membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke perempat final.

Federasi Sepak Bola Mesir Soroti Keputusan Wasit

Melalui pernyataan resminya, EFA menegaskan tidak dapat menerima sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan, terutama terkait penggunaan VAR.

Menurut federasi, beberapa momen krusial selama pertandingan menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi dan keadilan dalam penerapan peraturan pertandingan.

“EFA tidak dapat tinggal diam terhadap keputusan-keputusan wasit yang terjadi dalam pertandingan melawan Argentina, termasuk kegagalan memanfaatkan sistem VAR secara tepat,” demikian isi pernyataan federasi.

EFA menilai beberapa insiden penting berdampak langsung terhadap hasil pertandingan dan memicu kekecewaan besar di kalangan pemain, staf pelatih, maupun pendukung Mesir.

Gol Mesir Dianulir Setelah Tinjauan VAR

Salah satu keputusan yang paling dipersoalkan terjadi pada menit ke-58 ketika Mesir sempat mencetak gol yang seharusnya membuat mereka unggul 2-0 lebih cepat.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan melalui VAR, wasit menyatakan gelandang Marawan Attia melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina Lisandro Martínez sebelum gol tercipta.

Keputusan tersebut membuat gol dibatalkan dan menjadi salah satu titik balik pertandingan.

Gol Penentu Argentina Picu Kontroversi

Kontroversi kembali muncul pada masa tambahan waktu ketika Enzo Fernández mencetak gol kemenangan Argentina pada menit ke-90+2.

Baca Juga  Neymar Masuk Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026, Ancelotti Andalkan Pengalaman Sang Bintang

Sebelum gol terjadi, kubu Mesir meminta wasit meninjau kemungkinan pelanggaran yang dilakukan Alexis Mac Allister dalam proses terjadinya gol. Namun, wasit asal Prancis François Letexier tetap mengesahkan gol tersebut tanpa melakukan pemeriksaan ulang melalui monitor VAR.

Keputusan itu memicu kemarahan para pemain dan ofisial Mesir.

Pelatih kiper Mesir, Saafan Elsaghir, bahkan menerima kartu merah setelah melakukan protes keras kepada wasit dan harus ditenangkan oleh sejumlah ofisial. Selain itu, beberapa pemain Mesir juga mendapat kartu kuning akibat protes yang berlebihan.

Hossam Hassan Sebut Mesir Mengalami Ketidakadilan

Seusai pertandingan, pelatih Mesir Hossam Hassan menyebut timnya menjadi korban ketidakadilan.

Menurutnya, Mesir tampil lebih baik dibandingkan juara bertahan Argentina, tetapi hasil pertandingan dipengaruhi oleh sejumlah faktor di luar permainan.

“Kami bermain lebih baik daripada juara bertahan. Namun hasil pertandingan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang terjadi di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Hassan.

Ia bahkan menyampaikan dugaan bahwa ada keinginan agar Argentina dan Lionel Messi tetap bertahan dalam turnamen.

“Pihak tertentu mungkin ingin juara dunia tetap melaju. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing di Piala Dunia,” katanya.

Argentina Bangkit Lewat Tiga Gol Beruntun

Mesir sebenarnya berada di atas angin setelah unggul 2-0 melalui gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico.

Namun, momentum berubah ketika Lionel Messi mengirimkan umpan yang diselesaikan Cristian Romero pada menit ke-79.

Messi kemudian mencetak gol penyeimbang menjadi 2-2 sebelum Enzo Fernández memastikan kemenangan Argentina lewat gol dramatis pada masa injury time.

Hasil tersebut membawa Argentina melaju ke babak perempat final untuk menghadapi Swiss.

EFA Minta Keadilan bagi Seluruh Tim

Dalam penutup pernyataannya, EFA menegaskan bahwa seluruh pemain yang membela tim nasional Mesir berhak mendapatkan perlakuan yang adil sesuai dengan peraturan sepak bola internasional.

Baca Juga  Kapolda Jatim Lantik 971 Bintara Remaja Lulusan SPN Polda Jatim

Federasi berharap seluruh pertandingan di ajang sebesar Piala Dunia dipimpin dengan standar tertinggi sehingga tidak menimbulkan kontroversi yang dapat memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Dampak Kekalahan bagi Mesir

Kekalahan dramatis tersebut mengakhiri perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026. Meski gagal melangkah ke perempat final, penampilan tim asuhan Hossam Hassan mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada sang juara bertahan.

Sementara itu, Argentina menjaga peluang mempertahankan gelar dunia dan akan menghadapi Swiss pada babak delapan besar.

FAQ

Mengapa Federasi Sepak Bola Mesir memprotes wasit?

EFA menilai sejumlah keputusan wasit dan penggunaan VAR merugikan Mesir serta memengaruhi jalannya pertandingan melawan Argentina.

Keputusan VAR apa yang dipersoalkan Mesir?

Mesir memprotes pembatalan gol Marawan Attia pada menit ke-58 serta tidak adanya peninjauan VAR sebelum gol kemenangan Argentina.

Siapa yang mencetak gol kemenangan Argentina?

Gol kemenangan Argentina dicetak oleh Enzo Fernández pada masa tambahan waktu babak kedua.

Apa komentar pelatih Mesir Hossam Hassan?

Hossam Hassan menyatakan timnya mengalami ketidakadilan dan menilai Mesir tampil lebih baik dibandingkan Argentina.

Siapa lawan Argentina di perempat final Piala Dunia 2026?

Argentina akan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *