Jatim

Candi Joglo Semar Siapkan Gamelan Bali Jadi Magnet Baru Para Turis

×

Candi Joglo Semar Siapkan Gamelan Bali Jadi Magnet Baru Para Turis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id, – Destinasi wisata mandiri Candi Joglo Semar Purwodadi terus berbenah dalam menyongsong program pariwisata berkelanjutan 2027.

Salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah menghadirkan atraksi budaya baru melalui bantuan satu set gamelan Bali yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat pelestarian budaya Nusantara. Pengelola Candi Joglo Semar, Muhadi, mengatakan pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas atraksi wisata terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan destinasi tersebut lebih kompetitif.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Selain menarik lebih banyak wisatawan, pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

“Tujuan akhirnya adalah memperkuat ekonomi lokal dan turut mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Grobogan,” ujar Muhadi, Senin (8/6/2026).

Upaya pengembangan itu mendapat dukungan berupa bantuan satu set gamelan Bali dari Pemerintah Provinsi Bali. Bantuan tersebut menjadi simbol kolaborasi antardaerah dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

“Kami mendapatkan apresiasi bantuan dari Pemprov Bali berupa satu set gamelan Bali,” kata Muhadi. Menurutnya, keberadaan gamelan Bali akan menambah warna baru dalam lanskap pariwisata Grobogan. Selain menjadi atraksi wisata, fasilitas tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai sarana berkesenian bagi masyarakat sekitar serta media pembelajaran budaya bagi generasi muda.

Muhadi berharap gamelan tersebut dapat dimainkan secara rutin untuk mendukung kegiatan pariwisata sekaligus memperkenalkan seni musik Bali kepada masyarakat Grobogan.

“Semoga gamelan ini mampu menjadi daya tarik sekaligus alat untuk berkesenian masyarakat sekitar, mengenal alat musik gamelan Bali, sekaligus memainkannya untuk sajian pariwisata dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, bantuan tersebut tidak lepas dari upaya pengelola mendorong terjalinnya kerja sama antarpemerintah daerah atau Government to Government (G2G) dalam bidang kebudayaan dan pariwisata. Menurut Muhadi, kolaborasi lintas daerah dapat menjadi jalan untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata berbasis budaya.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lumajang Gelar Donor Darah Wujudkan Polri untuk Masyarakat

Selain menghadirkan gamelan Bali, Candi Joglo Semar juga berencana menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta maupun Universitas Negeri Semarang (UNNES) guna memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar. Melalui kerja sama tersebut, para dosen dan praktisi seni diharapkan dapat membimbing warga agar mampu menguasai seni musik maupun tari Bali secara profesional. Tidak hanya itu, komunitas Pura di Kabupaten Grobogan juga menyambut positif program tersebut.

Mereka bahkan menawarkan diri untuk ikut bermain gamelan dan menghidupkan berbagai kegiatan seni budaya yang akan digelar secara rutin di kawasan wisata tersebut.

Program pengembangan budaya itu juga menyasar kaum ibu dan generasi muda. Pengelola berencana menghadirkan latihan serta pertunjukan tari Bali setiap akhir pekan.

Selain menjadi hiburan bagi wisatawan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan budaya kepada anak-anak dan remaja.

Dengan mengusung konsep akulturasi budaya Jawa dan Bali, Candi Joglo Semar optimistis mampu menjadi salah satu ikon wisata budaya di Grobogan.

Pengelola berharap langkah tersebut dapat mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat setempat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *