HeadlineInfrastruktur

BBPJN Jatim–Bali Siapkan Pemeliharaan Jembatan Warutunggal Mojokerto, Perkuat Keamanan dan Konektivitas

×

BBPJN Jatim–Bali Siapkan Pemeliharaan Jembatan Warutunggal Mojokerto, Perkuat Keamanan dan Konektivitas

Sebarkan artikel ini
Melalui kedua pekerjaan tersebut, kondisi Jembatan Warutunggal diharapkan semakin baik, baik dari sisi kekuatan konstruksi maupun kenyamanan pengguna jalan.
Example 468x60

Mojokerto, Jatimmandiri.id – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan dan jembatan nasional.

Salah satu upaya yang akan segera dilaksanakan adalah pemeliharaan berkala Jembatan Warutunggal di Jalan Brawijaya, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Program preservasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan jembatan tetap berfungsi secara optimal dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di Kabupaten Mojokerto serta wilayah sekitarnya.

Pelaksanaan pekerjaan berada di bawah koordinasi Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Made Artamana, ST., MT.

Sedangkan  pelaksanaan teknis ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jawa Timur Ruas Kertosono–Jombang–Mojokerto–Gempol, Siti Sekar Gondoarum, ST., MT.

“Kami berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur jalan dan jembatan nasional melalui program pemeliharaan berkala yang terencana. Pemeliharaan Jembatan Warutunggal diharapkan dapat meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta mendukung kelancaran konektivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Mojokerto,” ujar Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Made Artamana.

Pemeliharaan berkala merupakan bagian penting dalam pengelolaan aset infrastruktur.

Berbeda dengan pembangunan baru, kegiatan ini bertujuan mempertahankan kondisi jembatan agar tetap memenuhi standar pelayanan dan mampu melayani arus lalu lintas secara optimal.

Peningkatan volume kendaraan, perubahan cuaca, genangan air, fluktuasi suhu, hingga usia konstruksi menjadi faktor yang dapat memengaruhi kondisi struktur jembatan.

Oleh sebab itu, langkah pemeliharaan secara berkala dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus mengurangi kebutuhan rehabilitasi dengan biaya yang lebih tinggi di masa mendatang.

Jembatan Warutunggal sendiri memiliki peran strategis sebagai salah satu penghubung utama di kawasan Mojosari. Infrastruktur ini mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perdagangan, pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi barang dan jasa.

Baca Juga  Nova Arianto Siapkan Rotasi Pemain Timnas U19 Indonesia Lawan Timor Leste

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan pemeliharaan akan difokuskan pada dua kegiatan utama, yakni overtopping jembatan menggunakan beton mutu FC 30 sepanjang 30 meter dan overlay lapis aspal AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) pada permukaan jembatan.

Pekerjaan overtopping dilakukan untuk memperkuat struktur atas jembatan sekaligus meningkatkan kualitas permukaan yang menerima beban kendaraan setiap hari.

Beton mutu FC 30 dipilih karena memiliki karakteristik kekuatan yang sesuai untuk menunjang ketahanan konstruksi dalam jangka panjang.

Sementara itu, overlay AC-WC bertujuan memperbaiki lapisan permukaan jalan pada jembatan agar memberikan kenyamanan berkendara, meningkatkan daya cengkeram ban kendaraan, serta meminimalkan risiko kerusakan akibat masuknya air ke dalam struktur perkerasan.

Melalui kedua pekerjaan tersebut, kondisi Jembatan Warutunggal diharapkan semakin baik, baik dari sisi kekuatan konstruksi maupun kenyamanan pengguna jalan.

Karena pekerjaan dilakukan pada jalur yang tetap digunakan masyarakat, BBPJN Jatim–Bali akan menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus kendaraan selama proses pemeliharaan berlangsung.

Langkah tersebut merupakan prosedur standar dalam pekerjaan konstruksi pada ruas jalan aktif untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus melindungi pengguna jalan dari potensi risiko selama aktivitas proyek berlangsung.

Pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tahapan pekerjaan. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu sementara, papan informasi proyek, barrier pengaman, serta arahan petugas di lokasi.

Pengguna jalan juga diharapkan mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi area pekerjaan dan selalu mengutamakan keselamatan berkendara.

Selain berfungsi sebagai sarana transportasi, jembatan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Infrastruktur yang terpelihara dengan baik mampu memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi perjalanan, mengurangi biaya logistik, serta mendukung pertumbuhan wilayah.

Karena itu, pemeliharaan Jembatan Warutunggal tidak hanya menjadi bagian dari pekerjaan konstruksi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga kualitas pelayanan infrastruktur bagi masyarakat.

Baca Juga  Kelurahan Sarirejo Mojokerto Terkesan dengan Bank Sampah di Kebonsari Tuban

Dengan kondisi jembatan yang semakin andal, konektivitas antarwilayah di Kabupaten Mojokerto diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.

BBPJN Jatim–Bali melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan selama pekerjaan berlangsung.

Dukungan dan kerja sama masyarakat diharapkan dapat membantu kelancaran proses pemeliharaan sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengguna jalan dalam jangka panjang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *